PLN Bakal Dapat Gas 567,22 TBTU
Jumat, 20 Jan 2006 18:35 WIB
Jakarta - PLN akan mendapatkan pasokan gas 567,22 triliun british thermal unit (TBTU) dari sejumlah produsen gas. Pasokan gas itu nantinya akan digunakan untuk kegiatan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Kramasan Sumsel, Gresik Jawa Timur, dan Jambi.Penandatanganan kontrak perjanjian jual beli gas bumi (PJBG) itu telah dilakukan PLN dengan sejumlah pemasok gas di Kantor Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas), Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (20/1/2006).Perjanjian PJBG itu antara lain dengan Medco E&P Indonesia selama 5 tahun dengan volume mencapai 72 TBTU untuk PLTG di Kramasan, Sumsel. Selain PJBG, PLN juga melakukan amandemen PJBG dengan Kodeco Energy selama 8 tahun dan digunakan untuk mendukung operasional PLTG Gresik, Jatim dengan volume gas sebesar 171,56 TBTU.Selain perjanjian PJBG, PLN juga melakukan heads of agreement (HoA) dengan Amerada Hess Jambi Merang selama 12 tahun dengan total pasokan gas sebesar 323,66 TBTU. Pasokan gas ini untuk pembangkit yang ada di Jambi. Sehingga total pasokan gas yang ditandatangani pada hari ini sebesar 567,22 TBTU.Deputi Direktur Energi Primer PT PLN Tonny Agus menyatakan, untuk perjanjian HoA dengan Amerada Hess diharapkan akan selesai dalam waktu 3 bulan ini. "Harga, volume, skedul sudah semua. Harga masih di bawah US$ 3 per MMBTU," katanya.Jika dibandingkan tahun 2005 di mana PLN masih menggunakan BBM sebanyak 11,4 juta kiloliter dengan masuknya gas tahun 2006 di Cilacap, Tanjung Jati B dan Cilegon akan masuk sekitar 3.000 MW. Dengan masuknya pasokan sebesar itu, maka akan mengurangi konsumsi BBM PLN sebesar 2 juta kiloliter. "Karena murah, maka PLN akan berusaha terus mengganti BBM dengan gas sehingga bisa berhemat," katanya.Dalam perhitungannya, dengan adanya penandatanganan gas yang dilakukan hari ini, PLN akan dapat berhemat sekitar Rp 118 triliun. "Ini sudah saya hitung dengan semua kontrak, baik yang 10 tahun maupun 12 tahun. Ini dengan asumsi harga solar Rp 5.000 per liter jika digantikan dengan gas," ujarnya. Jumlah sebesar itu sudah termasuk PJBG PLN dengan Pertamina untuk PLTG di Belawan dan Medan Sumut yang kontraknya selama tahun 2002-2011 yang memasok listrik sebesar 1.014 MW.Direktur Keuangan Pacific Oil and Gas Ratnesh Bedi menyatakan, HoA antara PLN dengan Pertamina, Amerada Hess Jambi Merang dan Pacific Oil dan Gas Jambi Merang akan dapat memasok gas sebesar 80 BBTU per hari. Nilai kontraknya sendiri mencapai sekitar Rp US$ 1 miliar.Pasokan gas itu akan diambil dari lapangan Pulau Gading dan Sungai Kenawang di area Jambi Merang Blok PSC untuk kebutuhan gas di PLTG Aur Duri dan PLTG Payo Selincah. Pasokan gas akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2008. "Perjanjian gas selama 12 tahun ini guna mendukung kebijakan gas untuk kebutuhan domestik," ujarnya.Selain dilakukan PJBG PLN, hari ini juga dilakukan PJBG antara Medco E&P Indonesia dengan PT MEPPO-GEN, PetroChina International Jabung dengan PT Tanjung Jabung Power, Lapindo Brantas dengan PT Indogas Kriya Dwiguna, Perusda Benua Taka dengan Pertamina, dan HoA PT Medco E&P Indonesia dengan PGN. Total PJBG dan HoA yang ditandatangani hari ini mencapai 877 TBTU atau senilai US$ 2,5 miliar.
(mar/)











































