Tak Hanya Negara Muslim, Ekonomi Syariah Diminati AS hingga Jepang

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 28 Okt 2020 17:40 WIB
Infografis KPR Syariah
Foto: Tim Infografis: Fuad Hasim
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan bahwa ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya diminati oleh negara dengan penduduk muslim terbesar. Negara-negara seperti Amerika Serikat (AS) hingga Jepang pun mulai melirik.

"Ekonomi dan keuangan syariah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, tidak hanya diminati oleh negara dengan mayoritas penduduk muslim tetapi juga oleh negara-negara lain seperti Jepang, Thailand, hingga Amerika Serikat," kata Jokowi dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 yang tayang di saluran YouTube ISEF Indonesia, Rabu (28/10/2020).

Atas dasar itu, dia menekankan pentingnya Indonesia menangkap peluang tersebut. Apalagi Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, dijelaskannya menjadi salah satu bagian dari transformasi untuk memajukan Indonesia.

"Akselerasi percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia maju, dan upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan ekonomi syariah global," paparnya.

Pemerintah, lanjut Jokowi juga telah memiliki Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah, dengan strategi besar melakukan penguatan halal value chain (rantai pasok halal).

"Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia harus menangkap peluang ini, sekali lagi harus menangkap peluang ini," tambahnya.

(toy/dna)