Libur Panjang, Pengusaha Bus Ikut Kecipratan Cuan Nggak Nih?

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 29 Okt 2020 14:45 WIB
Terminal Pulogebang turut ramai oleh warga yang hendak pergi ke luar kota. Meski pandemi, momen libur panjang dimanfaatkan warga untuk mudik maupun berwisata.
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Libur panjang pekan ini dimanfaatkan masyarakat untuk pergi liburan hingga pulang kampung. Dengan kegiatan seperti itu, maka angkutan transportasi khususnya pengusaha otobus (PO) atau angkutan darat lainnya mendapat untung.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan mengatakan libur panjang pada pekan ini hanya memberikan sedikit keuntungan bagi pengusaha otobus dan angkutan darat lainnya.

"Long weekend kali ini tidak ada lonjakan penumpang pada angkutan umum darat," kata Sani saat dihubungi detikcom, Jakarta, Kamis (28/10/2020).

Kondisi ini terjadi karena banyak masyarakat yang pergi liburan atau pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi. Penggunaan kendaraan pribadi ini dikarenakan kurangnya sosialisasi pemerintah mengenai faktor kesehatan di angkutan darat seperti bus.

"Pemerintah tidak pernah menegaskan ke masyarakat kalau angkutan umum darat itu sudah sesuai protokol kesehatan, malah sibuk memikirkan angkutan udara dan kereta dengan stimulus subsidinya," jelas dia.

Sementara itu, Sekjen DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Aryono mengatakan masyarakat yang ingin menggunakan bus untuk perjalanan jauh tidak diwajibkan untuk melakukan rapid test hingga swab test.

"Namun 3M tetap wajib, pemeriksaan suhu juga dilakukan sebelum perjalanan, bahkan untuk yang perjalanan panjang juga dilakukan pemeriksaan dalam perjalanan," kata Ateng.

Mengenai peningkatan pendapatan pengusaha bus saat libur panjang kali ini, Ateng mengaku hanya sedikit.

"Peningkatan ada, tetapi tidak dahsyat," ungkap dia.

(hek/ara)