Mentan Pastikan Stok Beras RI Aman hingga Akhir Tahun

Inkana Putri - detikFinance
Kamis, 29 Okt 2020 17:53 WIB
Kementan
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Data Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik mencatat stok awal beras nasional hingga akhir Desember 2020 mencapai 5,9 juta ton. Adapun jika produksi beras sebesar 31,63 juta ton dan kebutuhan konsumsi mencapai 30 juta ton maka hingga akhir tahun Indonesia memiliki stok akhir kurang lebih sebanyak 7 juta ton.

Terkait hal ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi kerja keras para petani dalam memenuhi cadangan pangan nasional selama musim tanam (MT) 2020. Menurutnya, kontribusi petani sangat nyata hingga Indonesia mengalami overstock beras mencapai 7 juta ton.

"Semua ini pastinya karena kerja keras kita semua, karena jerih payah petani yang selalu menanam serta para aparat yang selalu setia mengawal dan mendampingi. Saya ingin sinergi semacam ini terus berjalan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2020).

Syahrul mengatakan produksi beras merupakan indikator kinerja Kementan yang menjadi tolok ukur atas keberhasilan berbagai program yang ada. Produksi beras juga menjadi indikator utama kesejahteraan petani, yang perlahan tapi pasti terus mengalami peningkatan.

Seperti diketahui, Nilai Tukar Petani (NTP) pada periode September 2020 mencapai 101,66 atau meningkat 0,99% dibanding bulan Agustus 2020 yang hanya 100,65.

Berdasarkan data BPS, peran sektor pertanian terhadap total PDB mencapai 14%, yang berdampak pada penyediaan lapangan kerja bagi hampir separuh total penduduk Indonesia.

"Peningkatan pertumbuhan PDB sektor pertanian pada kuartal II 2020 ini mencapai 16,24% dibandingkan kuartal sebelumnya," katanya.

Oleh karena itu, Kementan terus berupaya untuk melanjutkan hasil positif ini, yakni dengan mengajak semua pihak bekerja sama membangun pertanian Indonesia yang lebih baik.

Syahrul menjelaskan peningkatan produksi harus terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta mengurangi impor dan meningkatkan volume ekspor.

"Kami juga terus berupaya memberikan bantuan sarana produksi, alat pra panen dan pasca panen, serta mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) dan pengembangan pertanian berbasis korporasi dan klaster. Kami berharap, provinsi dan kabupaten menggerakkan Kostratani di kecamatan sebagai ujung tombak kita dalam membangun pertanian Indonesia," pungkasnya.

(akn/ara)