Masalah Hukum Nggak Ngefek, Induk Google Cetak Laba Rp 164 T

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 30 Okt 2020 22:39 WIB
Google: WHO dan Pemerintah AS Jadi Target Serangan Phising
Foto: DW (News)
Jakarta -

Kinerja Google nampaknya tak terpengaruh pandemi global, gugatan antimonopoli teknologi terbesar, maupun soal tuduhan penyensoran. Kinerja perusahaaan teknologi tersebut masih positif di kuartal III-2020.

Mengutip CNN.com, Jumat (30/10/2020) perusahaan induk raksasa teknologi itu, Alphabet, melaporkan capaian pendapatan sebesar US$ 46,17 miliar untuk tiga bulan yang berakhir pada September. Peningkatan ini sebesar 14% dari periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan juga mengantongi laba bersih untuk kuartal ketiga sebesar US$ 11,2 miliar atau setara Rp 164,64 triliun (kurs Rp 14.700), melampaui perkiraan analis. Saham Alphabet (GOOGL) naik lebih dari 8% dalam perdagangan setelah jam kerja pada Kamis (29/10).

"Kami memiliki kuartal yang kuat, konsisten dengan lingkungan online yang lebih luas," kata Sundar Pichai, CEO Alphabet dan Google, dalam sebuah pernyataan.

"Ini juga merupakan bukti investasi mendalam yang telah kami lakukan dalam AI dan teknologi lainnya," sambungnya.

Laporan pendapatan Kamis menandai perubahan yang kuat dari kuartal sebelumnya. Lantaran, Alphabet membukukan penurunan pendapatan pertamanya dalam sejarah karena belanja iklan online ditarik kembali pada hari-hari awal pandemi.

Namun, pada kuartal ketiga, pendapatan iklan Google melonjak hampir 10% dari tahun ke tahun (yoy), dengan pendapatan iklan penelusuran tumbuh 6,5% dan pendapatan iklan YouTube melonjak 32%.

(acd/hns)