Sri Mulyani: Musuh Kita Sama, COVID-19!

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 31 Okt 2020 10:47 WIB
Sanjungan ke Sri Mulyani Jadi Menteri Keuangan Wanita Pertama di RI
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Keuangan untuk merapatkan barisan secara bersama untuk menghadapi lawan yang saat ini sedang di depan mata.

Hal itu diungkapkannya pada saat upacara peringatan Hari Oeang ke-74. Sri Mulyani menyebut lawan yang saat ini dihadapi adalah pandemi COVID-19 yang harus segera dihentikan penyebarannya.

"Marilah kita semua merapatkan barisan, mari kita bersatu, mari kita saling mendukung karena musuh kita adalah sama yaitu COVID-19," kata Sri Mulyani dalam sambutannya di upacara Hari Oeang ke-74, Sabtu (31/10/2020).

Dengan bersama-sama, Sri Mulyani ingin mengembalikan kesejahteraan masyarakat dengan membangun kembali perekonomian nasional.

"Kita tidak boleh kehilangan fokus pada saat kita menghadapi tantangan COVID-19. Bagaimana kita berikhtiar mencapai tujuan bernegara, yaitu membangun Indonesia yang maju, Indonesia yang sejahtera, Indonesia yang adil, dan Indonesia yang bermartabat," ujarnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan peringatan Hari Oeang ke-74 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Peringatan kali ini diliputi suasana keprihatinan karena COVID-19. Corona membatasi kontak fisik dan mewajibkan mematuhi protokol kesehatan demi memutus rantai penularan.


Tema Hari Oeang ke-74 ini adalah Peduli, Responsif, Adaptif atasi pandemi bangkitkan ekonomi. Sri Mulyani mengatakan tema tersebut harus menjadi semangat bagi seluruh pegawai Kementerian Keuangan untuk menjaga ekonomi nasional.

"Tema Hari Oeang ke-74 ini juga merupakan peringatan bagi seluruh jajaran Kementerian Keuangan, institusi yang memiliki begitu sentral bagi perekonomian Indonesia," jelasnya.

"Seluruh jajaran Kemenkeu harus terus berpikir positif dan mampu berkontribusi sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin untuk menangani pandemi dan meringankan beban mereka yang terdampak dan beradaptasi dengan perubahan yang mendadak serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan terus melanjutkan reformasi struktural," tambahnya.

(hek/eds)