Sri Mulyani Yakin RI Bangkit dari Krisis Gegara Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
Minggu, 01 Nov 2020 07:58 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Ekonomi Indonesia dipastikan masuk jurang resesi pada kuartal III-2020. Sejak pandemi COVID-19 melanda, ekonomi nasional terdampak parah. Hal itu terlihat dari realisasi kuartal II tahun ini yang minus 5,32%.

Pada kuartal III-2020, berbagai lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap minus. Hal itu juga diikuti dengan angka proyeksi dari Kementerian Keuangan yang di kisaran minus 2,9% sampai minus 1%.

Bahkan, sepanjang tahun 2020 ekonomi nasional diperkirakan Kementerian Keuangan berada di kisaran minus 1,7% sampai minus 0,6%. Dengan begitu, Indonesia sudah resesi. Sebab, pertumbuhan ekonominya negatif selama dua kuartal berturut-turut atau lebih.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut Indonesia harus bisa keluar dari krisis kesehatan akibat pandemi Corona. Indonesia memiliki pengalaman keluar dari krisis yaitu pada tahun 1998 dan 2008.

Sri Mulyani menceritakan ekonomi nasional memiliki pengalaman yang cukup hebat, di antaranya adalah mengalami hiperinflasi hingga perekonomian yang hancur akibat peran dan warisan dari penjajahan.

"Setiap krisis bangsa Indonesia selalu mampu keluar dari krisis dan menjadi lebih baik, kita juga akan berjuang dalam menghadapi situasi ini dengan semangat yang sama," kata Sri Mulyani dalam sambutannya di upacara Hari Oeang ke-74, Sabtu (31/10/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Sri Mulyani Beberkan Potensi Ekonomi Digital RI yang Luar Biasa"
[Gambas:Video 20detik]