Pilpres AS Jadi Ladang Taruhan hingga Rp 4 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 02 Nov 2020 15:04 WIB
President Donald Trump and Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden exchange points during the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Morry Gash, Pool)
Foto: AP/Morry Gash
Jakarta -

Orang Amerika Serikat (AS) bukan satu-satunya yang terobsesi dengan pemungutan suara pada pemilihan presiden (pilpres). Orang Inggris juga mengamati hasil pilpres AS dengan bertaruh sejumlah uang.

Dikutip dari CNN, Senin (2/11/2020) sekitar 220 juta poundsterling setara Rp 4 triliun (kurs Rp 18.900) telah terkumpul di perusahaan taruhan terbesar di dunia Betfair Exchange. Betfair memperkirakan jumlah yang dipertaruhkan untuk pilpres AS mencapai 400 juta poundsterling.

Jumlah uang yang dipertaruhkan pada pilpres AS tahun ini sudah melampaui rekor sebelumnya yakni sebesar 199 juta pounsterling pada pemilihan Trump-Clinton empat tahun lalu. Bahkan melampaui taruhan terbesar Inggris 113 juta poundsterling pada pemungutan suara Brexit 2016.

Juru bicara Betfair Exchange Darren Hughes mengatakan taruhan akan berlanjut sampai pemenang pilpres AS diumumkan.

"Jika, seperti yang diperkirakan beberapa orang, penghitungan berlangsung selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, kami akan terus membiarkan pasar terbuka," kata Hughes.

Menurut Manajer Humas OddsChecker US Pete Watt Betfair adalah salah satu dari beberapa bursa di Inggris. Menurutnya banyak perusahaan pertaruhan yang bertaruh sehingga jumlah uang yang dipertaruhkan untuk pilpres AS bisa sebesar 220 juta poundsterling.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2