Insentif Dagang dari AS Berlanjut, Jokowi Berharap Ekspor RI Naik

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 02 Nov 2020 16:40 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). Selama Januari 2020, ekspor nonmigas ke China mengalami penurunan USD 211,9 juta atau turun 9,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan 21,77 persen (yoy).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) telah resmi memberikan perpanjangan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia. Fasilitas itu merupakan kebijakan perdagangan berupa pemotongan bea masuk impor.

Jokowi mengumumkan hal itu saat membuka Sidang Kabinet Paripurna siang tadi. Menurutnya Indonesia saat ini menjadi satu-satunya negara di Asia yang mendapatkan fasilitas itu.

"Kemarin GSP untuk masuk ke Amerika sudah diberikan perpanjangan, sehingga ini menjadi kesempatan. Karena kita adalah satu-satunya negara di Asia yang mendapatkan fasilitas ini," tuturnya dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (2/11/2020).

Jokowi berharap dengan didapatnya perpanjangan fasilitas GSP ekspor Indonesia bisa meningkat. Dia juga ingin agas fasilitas itu bisa dimanfaatkan guna meningkatkan investasi.

"Kita harapkan ekspor kita akan bisa naik, melompat karena fasilitas GSP diberikan kepada kita dan syukur-syukur ini juga dipakai sebagai kesempatan untuk menarik investasi," tuturnya.

Jokowi menerangkan, dengan adanya fasilitas khusus untuk ekspor ke AS, bisa menjadi daya tarik bagi perusahaan untuk mendirikan pabrik di Indonesia.

(das/dna)