Insentif Prakerja Sudah Cair Rp 5,7 T, Dipakai Buat Apa Saja?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 03 Nov 2020 11:40 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Insentif program Kartu Prakerja sudah cair untuk 4,9 juta peserta. Dari gelombang 1-10 itu, insentif yang sudah tersalurkan sebesar Rp 5,7 triliun.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP), Denni Puspa Purbasari mengatakan jumlah itu berbeda tipis dengan jumlah orang yang sudah mengikuti pelatihan yakni sebanyak 4,94 juta orang. Dia memastikan setiap hari pihaknya akan terus mencairkan insentif tersebut kepada peserta.

"Dalam satu hari kita membayarkan banyak sekali kepada penerima Kartu Prakerja. Insentif yang sudah tersalurkan ada Rp 5,7 triliun. Kenapa kok tidak banyak? karena memang Permenko mengatakan bahwa kita menyalurkan Rp 600 ribu per bulan, itu ya betul-betul per bulan tidak bisa kemudian digelondongi sekaligus," kata Denni dalam webinar bertajuk 'Peran Program Kartu Prakerja Dalam Membangun SDM di Masa Pandemi', Selasa (3/11/2020).

Denni menjelaskan dari hasil survei diketahui bahwa insentif paling banyak digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, mulai dari membeli bahan pangan 96%, membeli listrik 75%, sebagai modal usaha 63%, untuk membeli bensin 65% dan membeli pulsa/paket internet 63%.

"Ini hal yang positif dari Prakerja ternyata teman-teman Prakerja sangat bijaksana menggunakan uang bantuan itu," tuturnya.

Sebagai informasi, per 30 Oktober untuk gelombang 1-10 sebanyak 40 juta orang telah registrasi di situs www.prakerja.go.id. Dari jumlah itu, sebanyak 47% diketahui berjenis kelamin perempuan.

Dari jumlah pendaftar itu, sebanyak 26 juta pendaftar lolos verifikasi email, lalu turun menjadi 20 juta yang lolos verifikasi NIK + KK, turun lagi menjadi 18 juta yang lolos verifikasi nomor HP. Dari berbagai proses seleksi, hingga akhirnya hanya 5.597.179 orang yang keterima menjadi peserta Kartu Prakerja dari gelombang 1-10.

(eds/eds)