Kekayaan Crazy Rich India Turun di Tengah Pandemi, Kok Bisa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 03 Nov 2020 22:45 WIB
Mukesh Ambani, India
Foto: Reuters: Mukesh Ambani
Jakarta -

Miliarder India Mukesh Ambani sedang berusaha mengurangi ketergantungan perusahaannya pada perdagangan minyak. Pasalnya, di tengah pandemi COVID-19 kekayaannya turun karena kinerja perusahaan yang anjlok.

Dilansir dari CNN.com Selasa (3/11/2020), kekayaan miliarder Mukesh Ambani turun sekitar US$ 6,5 miliar pada hari Senin. Hal itu terjadi setelah saham perusahaannya jatuh sebanyak 8,6%, menurut Bloomberg Billionaires Index

Saham Reliance Industries turun setelah perusahaan membukukan pendapatan yang mengecewakan. Terutama karena kondisi yang sulit untuk bisnis kilang minyak raksasa.

Laba sebelum pajak Reliance turun 30% selama tiga bulan. Meskipun bagian lain dari Reliance membantu mengimbangi kemerosotan minyak, termasuk unit ritel dan teknologinya,

Reliance adalah salah satu perusahaan paling berharga dan terkenal di India. Perusahaan ini menjalankan pembangkit tenaga listrik, yang mencakup minyak, petrokimia, telekomunikasi, dan ritel.

Mereka telah mengalami pergeseran fokus baru-baru ini. Mukesh Ambani, ketua dan CEO, mencoba peruntungan menjadi raksasa teknologi global.

Mukesh Ambani menarik perhatian awal tahun ini setelah dia mengumpulkan lebih dari US$ 20 miliar hanya dalam empat bulan untuk perusahaan teknologi bisnisnya, Jio Platforms.

Ambisi Mukesh Ambani tidak berakhir di teknologi. Bulan lalu, miliarder itu melanjutkan penggalangan dana, kali ini memfokuskan upayanya pada kerajaan belanja perusahaan, Reliance Retail.

Mukesh Ambani, diperkirakan masih memiliki kekayaan US$ 71 miliar, dan menjadi salah satu dari 10 orang terkaya di dunia tahun ini saat ia membangun peti perang besar-besaran kelompoknya.

Saham Reliance Industries naik 25% untuk tahun ini sejauh ini, membantu meningkatkan kekayaan bersih Ambani lebih dari seperlima, atau US$ 12,5 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index.

(hns/hns)