Google cs Ingin Biden Menangkan Pilpres AS 2020

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2020 08:51 WIB
Gemuruh Dunia di Pilpres AS 2020
Foto: AP Photo
Jakarta -

Semua kalangan masih menunggu hasil pemilihan presiden atau pilpres Amerika Serikat (AS) 2020. Perusahaan raksasa teknologi yang bermarkas di Silicon Valley mendukung Joe Biden untuk jadi Presiden AS selanjutnya.

Big Tech seperti Google, Facebook, Amazon, Microsoft dan Apple sangat ingin Joe Biden memenangkan pilpres AS dibandingkan Donald Trump. Alasannya pesaing petahana diharapkan membawa perubahan pada kebijakan-kebijakan industri teknologi.

Mengutip CNN, Kamis (5/11/2020) Big Tech mendapat fasilitas pemotongan pajak perusahaan selama Donald Trump memimpin negeri Paman Sam. Namun, banyak kebijakan Trump yang tidak berjalan dan berdampak pada Big Tech.

Kebijakan tersebut seperti perang dagang antara AS dengan China yang membuat ketidakpastian terhadap rantai pasok sektor teknologi. Trump menerbitkan kebijakan pembatasan pemberian visa kerja, padahal para perusahaan Big Tech sangat membutuhkan tenaga kerja asing yang terampil.

Bahkan baru-baru ini, Trump menggugat Google atas tuduhan tindakan anti-persaingan dan menuduh platform media sosial melakukan sensor dan biar.

"Silicon Valley berhasil karena semua orang ingin datang ke sini, orang-orang terbaik dan pandai di seluruh dunia datang ke sini untuk sekolah, mereka datang ke sini untuk bekerja di perusahaan, mereka tinggal, mereka menemukan perusahaan mereka sendiri," kata Mark Lamley, seorang profesor di Sekolah Hukum Stanford.

Dengan alasan seperti itu, mereka lebih memilih Joe Biden sebagai Presiden AS. Saat memimpin AS, dalam 230 hari Biden akan melakukan reformasi salah satunya mengenai UU Kepatutan Komunikasi. Para ahli memperkirakan pemerintahan Biden akan mengambil pendekatan yang berbeda dibandingkan Trump.

Pimpinan dan karyawan di perusahaan ini sebagian besar mendukung Biden. Menurut mereka Biden lebih bisa diprediksi daripada Trump.



Simak Video "Donald Trump Enggan Mengaku Kalah, Biden: Itu Memalukan"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/zlf)