Mendag Hadiri Pertemuan Menteri Ekonomi se-ASEAN, Bahas Perundingan RCEP

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2020 08:41 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto
Foto: Dok. Humas Kemendag
Jakarta -

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menghadiri pertemuan 'special caucus' 10 Menteri Ekonomi ASEAN secara virtual pada hari Senin (2/11) lalu.

Pertemuan tersebut membahas status draf Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) dan mengonsolidasikan posisi ASEAN dalam rangka persiapan penandatanganan perjanjian RCEP tahun ini.

Pertemuan dipimpin oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam H.E Tran Tuan Anh. Sementara itu, Agus didampingi Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

"Pertemuan ini dikhususkan untuk membahas status draf RCEP dan mengkonsolidasikan posisi ASEAN dalam rangka persiapan penandatanganannya tahun ini. Hal itu sebagaimana diamanatkan para Kepala Negara/Pemerintahan RCEP pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) RCEP ke-3 di Bangkok pada November 2019," ujar Agus dalam keterangannya, Kamis (5/11/2020).

Agus mengatakan, Indonesia selaku negara koordinator perundingan mendorong peserta RCEP memastikan proses domestiknya untuk memperoleh full power penandatanganan perjanjian RCEP. Hal itu dilakukan agar perjanjian RCEP dapat ditandatangani tepat waktu tahun ini.

"Indonesia telah memproses full power untuk penandatanganan perjanjian RCEP. Sehingga, hampir dapat dipastikan Indonesia siap menandatangani perjanjian yang telah dirundingkan dan dipimpin Indonesia selama kurang lebih delapan tahun tersebut," tegas Agus.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo selaku Ketua Komite Perundingan Perdagangan (Trade Negotiating Committee/TNC) RCEP, melaporkan status perkembangan draf RCEP kepada Menteri Ekonomi ASEAN.

Di akhir pertemuan, para Menteri Ekonomi ASEAN juga membahas draf Pernyataan Bersama Kepala Negara/Pemerintahan RCEP yang akan disampaikan pada KTT RCEP ke-4 mendatang. Perjanjian RCEP akan memberikan pesan positif kepada dunia bahwa keterbukaan dan sistem perdagangan yang berdasarkan aturan masih tetap diyakini akan membawa prospek pertumbuhan masa depan kawasan.

RCEP merupakan pakta regional terbesar dunia yang mencakup 47,4% populasi dunia, 32,2% ekonomi global, 29,1% perdagangan global dan 32,5% arus investasi global.

(fdl/fdl)