Garuda Rugi Rp 674 M Tahun 2005
Senin, 23 Jan 2006 14:23 WIB
Jakarta - PT Garuda Indonesia diprediksi menderita rugi hingga Rp 674 miliar pada tahun 2005. Angka kerugian itu lebih rendah dibandingkan tahun 2004 yang mencapai Rp 811 miliar.Hal tersebut disampaikan Dirut Garuda Emirsyah Satar dalam pemaparannya di depan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/1/2006).Laba usaha Garuda pada tahun 2005 diperkirakan mencapai Rp 11,4 triliun. Ekuitas Garuda pada tahun 2005 turun menjadi Rp 483 miliar dibandingkan tahun 2004 yang mencapai Rp 1,2 triliun. Sementara debt to equity ratio melonjak hingga 25,4 kali, dibandingkan tahun 2004 yang hanya 4,7 kali.Biaya operasional Garuda setiap bulan sekitar US$ 75-80 juta. Dari angka itu, biaya bahan bakar 30 persennya, dan 45 persen biaya overhead services.Pendapatan Garuda dari ticketing dan kargo mencapai US$ 80 juta per bulan. Artinya, Garuda tidak punya kelebihan dana untuk investasi.Total aset Garuda juga semakin turun. Jika tahun 2001 masih mencapai Rp 10,1 triliun, maka pada tahun 2005 asetnya mencapai Rp 7,8 triliun.Tahun 2006, Garuda berniat akan membersihkan pembukuan untuk masalah inventory dan piutang. "Sehingga ada perbaikan di tahun 2006 yang lebih mencerminkan kinerja Garuda sesungguhnya," ujar Emirsyah.Mengenai kenaikan harga avtur, Emirsyah menjelaskan, setiap kenaikan 1 sen dolar avtur per liter akan menambah biaya US$ 9 juta per tahun.Garuda pun semakin menderita dengan kenaikan harga avtur yang semula 30 sen per liter, kini menjadi 55 sen per liter. Diperkirakan dengan kenaikan ini ada tambahan biaya US$ 90 juta."Kenaikan bahan bakar terasa sangat berat 3-6 bulan ke depan karena harga minyak mentah diperkirakan menembus US$ 70 per barel," tambah Emirsyah.Mengenai bom Bali, Emirsyah mengakui, penerbangan internasionalnya turun secara drastis. Hal ini mengingat 50 persen penerbangan Garuda dari Bali adalah untuk tujuan ke luar negeri. Dampaknya yang paling signifikan terutama ke Jepang, yakni load factor tinggal 60 persen.
(qom/)











































