Yamaha Dituduh Selundupkan Heli

Sahamnya Langsung Merosot

Yamaha Dituduh Selundupkan Heli

- detikFinance
Senin, 23 Jan 2006 15:45 WIB
Jakarta - Yamaha Motor Jepang dituduh menyelundupkan helikopter yang bisa diubah menjadi senjata militer ke Cina. Tuduhan itu semakin menyulut perang antara dua negara raksasa Asia itu.Yamaha Motor dituduh mencoba mengekspor sebuah helikopter ke Cina secara ilegal pada Desember 2005 lalu. Namun ekspor itu dilakukan tanpa mengantongi izin dari menteri perdagangan Cina meski mesinnya merupakan subjek dari kontrol ekspor.Heli yang tidak disebut namanya itu terbang pada ketinggian paling rendah hingga 150 meter dan digunakan untuk menyebarkan bahan-bahan kimia pertanian di Jepang. Namun laporan menyebutkan, heli itu bisa dengan mudah diubah untuk menyebarkan kuman jika disertai dengan senjata biologis.Polisi dan jaksa pun mengerahkan 280 penyelidiknya untuk melakukan pencarian di 20 lokasi, termasuk kantor pusat Yamaha Motor di Iwata, Jepang. Dikabarkan pula, penyelidikan menyangkut perusahaan perdagangan yang dimiliki oleh Cina, dan diduga menjadi broker transaksi tersebut.Sekretaris Kabinet Jepang, Shinzo Abe, menyatakan penyesalannya atas kasus tersebut. "Kami berharap investigasi itu akan menunjukkan keseluruhan kasus," ujar Abe seperti dikutip dari AFP, Senin (23/1/2006).Yamaha menegaskan pihaknya tidak bersalah. Yamaha pun membela langkahnya tersebut dengan mengatakan telah mengekspor 9 unit heli jenis tersebut kepada perusahaan pemetaan udara yang berbasis di Beijing dalam beberapa tahun. Namun ekspor ke-10 inilah yang akhirnya memicu kericuhan."Kami tidak mengerti sama sekali bahwa kami telah melakukan hal yang melawan hukum," ujar Touoo Otsubo, Direktur Yamaha, dalam konferensi pers di Iwata. Otsubo bahkan menepis tudingan bahwa heli buatannya bisa diubah menjadi senjata militer. Kasus tersebut langsung memukul saham Yamaha yang merosot hingga 185 yen (6,36 persen) menjadi 2.720 yen pada awal perdagangan di Bursa Saham Tokyo. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads