Burger King Ajak Beli McDonald's hingga Warteg, Ini Kondisi Industrinya

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 07 Nov 2020 12:30 WIB
Restoran cepat saji asal amerika burger king. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Burger King/Foto: Dikhy Sasra

Ketiga perseroan belum menyampaikan laporan keuangan kuartal III-2020 mereka. Namun laporan kuartal II sudah menunjukkan betapa terpukulnya perusahaan perusahaan tersebut.

Fast Food Indonesia, yang merupakan pemilik waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC), pada kuartal II mengalami kerugian hingga Rp 142 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, perseroan tercatat membukukan keuntungan Rp 157,52 miliar.

Pandemi COVID-19 telah membuat pemerintah mengeluarkan keputusan menutup tempat-tempat umum, termasuk restoran cepat saji. Ini membuat pendapatan FAST anjlok 25,4% menjadi Rp 2,5 triliun dari Rp 3,37 triliun.

Lalu Sari Melati Kencana, pemilik restoran waralaba Pizza Hut di Indonesia. Labanya mengalami penurunan hingga 89,49% menjadi Rp 10,47 miliar saja, tahun lalu pada periode yang sama tercatat labanya sebesar Rp 99,65 miliar. Setali tiga uang, pendapatan Sari Melati Kencana ambles 6,06% menjadi Rp 1,81 triliun dari Rp 1,94 triliun.

Nasib yang sama juga terjadi di pada pemilik restoran The Duck King, Jaya Bersama Indonesia. Laba perusahaan dengan kode saham DUCK ini ambles Rp 71,09% menjadi Rp 26,78 miliar dari Rp 92,64 miliar. Pendapatan perseroan tercatat ambles 62,08% menjadi Rp 152,80 miliar, dari sebelumnya Rp 402,91 miliar.

Ini memberikan gambaran kondisi sektor makanan dan minuman alias F&B memang sedang terpuruk.

Halaman

(ara/ara)