Bulog: Pemerintah Beli Beras Petani Terlalu Tinggi

Bulog: Pemerintah Beli Beras Petani Terlalu Tinggi

- detikFinance
Selasa, 24 Jan 2006 00:10 WIB
Jakarta - Harga pembelian pemerintah (HPP) untuk beras petani seharga Rp 3.550 per kilogramnya yang berlaku sejak 1 Januari 2006 dinilai Bulog terlalu tinggi. Bahkan dibanding harga internasional, harga itu lebih mahal US$ 100 per tonnya. Hal ini membuat terangsangnya penyelundupan beras."Harga beras impor memang murah, karena HPP kita terlalu tinggi. Dengan Rp 3.550/ kg berarti per tonnya US$ 370. Sedangkan harga beras internasional hanya US$ 260-270 per ton," kata Dirut Bulog Wijanarko Puspoyo di gedung Bulog, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2006). Artinya, dengan harga tersebut HPP lebih tinggi US$ 100 per ton. Atas hal ini, menurut Wijanarko, pemerintah harus hati-hati karena semakin tingginya disparitas harga maka makin merangsang penyelundupan."Dengan HPP ini, toleransi yang dilakukan pemerintah luar biasa. Pemerintah seyogyanya tidak menaikkan HPP setiap tiga bulan karena imagenya kurang bagus," katanya.Dia menjelaskan, saat ini harga pembelian gabah Rp 1.730/kg hingga harga beras menjadi Rp 3.550 per kg. Dengan angka ini penjualan Bulog dikurangi Rp 1.000 yang merupakan beras Raskin subsisidi pemerintah dalam APBN yang mencapai Rp 5,3 triliun dengan jumlah beras Raskin 1,6 juta ton. "Mengubah HPP berarti mengubah APBN dan perubahan itu dijadwalkan Mei dan Juni. Sehingga setelah itu tidak layak lagi membebani APBN dalam tahun yang sedang berjalan," jelasnya.Terkait dengan impor beras sejumlah 110 ton dengan deadline kapal pada 31 Januari 2006, hingga tanggal 29 Januari beras yang dipastikan tiba di Indonesia baru berjumlah 83 ribu ton beras. Kedatangan kapal ini tidak satu pun masuk melalui pelabuhan Jawa."Kapal pertama sudah datang di pelabuhan Lhokseumawe, selanjutnya menyusul Dumai, Bitung, Belawan, Sorong, Kupang dan tempat lainnya yang defisit beras. Kalau diperlukan beras ini digunakan untuk Raskin," ungkap Wijanarko. (atq/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads