Kemesraan RI-Prancis Sebelum Ramai Seruan Boikot

Soraya Novika - detikFinance
Minggu, 08 Nov 2020 21:15 WIB
Massa PA 212 menggelar aksi di Kedubes Prancis di Jakarta, Senin (2/11). Mereka membawa beragam poster kecama untuk Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap telah menghina Islam memicu timbulnya seruan boikot terhadap barang-barang Kota Mode tersebut. Berbagai negara terutama negara berpenduduk mayoritas muslim telah menjalankan aksi tersebut beberapa minggu belakangan ini. Tak terkecuali Indonesia.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sampai ikut mengecam pernyataan Macron tersebut. Menurut Jokowi, Macron telah melukai perasaan Umat Islam di seluruh dunia.

"Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina Agama Islam yang telah melukai perasaan Umat Islam di seluruh dunia yang bisa memecah belah persatuan antar umat beragama di dunia," kata Jokowi dalam konferensi pers virtual, Sabtu (31/10/2020).

Merespons hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun langsung mengimbau umat Islam RI turut ikut aksi boikot produk Prancis.

"Memboikot semua produk yang berasal dari negara Prancis serta mendesak kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan tekanan dan peringatan keras kepada Pemerintah Prancis serta mengambil kebijakan untuk menarik sementara waktu Duta Besar Republik Indonesia di Paris hingga Presiden Emmanuel Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada Ummat Islam se-Dunia," tulis MUI dalam surat bernomor Kep-1823/DP-MUI/x/2020 yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Anwar Abbas dan Wakil Ketua Umum Muhyiddin Junaidi.

Hal ini, secara tak langsung bakal menggoyang hubungan bilateral Indonesia dengan Prancis di masa depan. Sebelum lebih jauh menganalisa dampak aksi boikot tersebut terhadap hubungan bilateral keduanya di masa depan, mungkin ada baiknya mundur sedikit ke sejarah hubungan kedua negara tersebut. Seberapa dekat Indonesia dengan Prancis? Seberapa besar ketergantungan Prancis terhadap pasar Negeri Khatulistiwa ini maupun sebaliknya?

Berlanjut ke halaman senjutnya.