Round-Up Berita Terpopuler

Orang Kaya Komentari Kemenangan Biden, BUMN Dhuafa Jadi Induk Holding

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 08 Nov 2020 21:36 WIB
PHILADELPHIA, PENNSYLVANIA - NOVEMBER 07: Attorney for the President, Rudy Giuliani speaks to the media at a press conference held in the back parking lot of landscaping company on November 7, 2020 in Philadelphia, Pennsylvania. The press conference took place just minutes after news networks announced that Joe Biden had won the presidency over Donald Trump after it was projected that he had won the state of Pennsylvania.   Chris McGrath/Getty Images/AFP
Foto: AFP/Chris McGrath

2 Tarif Ruang Pertemuan Hotel Four Seasons

Rencana Presiden Donald Trump untuk menggelar konferensi pers berbuah pahit. Baru-baru ini, viral jika panitia salah memesan atau reservasi hotel untuk konferensi pers tersebut.

Mulanya, panitia acara berencana memesan Four Seasons Hotel Philadelphia. Namun, panitia justru memesan lokasi yang tidak ada hubungannya dengan hotel.

"Mereka mencoba memesan reservasi di hotel untuk konferensi pers darurat, bukannya mereka memesan perusahaan yang buruk, tepat di samping toko buku dewasa dan krematorium LOLLLLLL," kata Kieran Mika Crawford dalam postingannya seperti dikutip detikcom, Minggu (8/11/2020).

Terlepas dari insiden salah pesan itu, Four Seasons Hotel Philadelphia pun menarik untuk dikulik. Mengutip laman resminya, Four Seasons tidak memberikan tarif mulai US$ 350 atau setara Rp 4,98 juta.

3 BUMN Dhuafa Jadi Induk Holding

Pemerintah akan membentuk holding BUMN Pariwisata dan Pendukung. Tujuannya untuk membantu industri terkait untuk bangkit setelah dihantam kerja pandemi COVID-19.

PT Survai Udara Penas akan menjadi induk Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung. Di bawahnya sebagai anggota ada PT Angkasa Pura II, PT Angkasa Pura I, Garuda Indonesia (Accessibilities), Inna Hotels & Resorts dan Sarinah (Amenities), Indonesia Tourism Development Corporation dan Taman Wisata Candi (Attractions).

Survai Udara Penas sendiri merupakan salah satu dari 9 BUMN yang dicap perusahaan sakit atau 'dhuafa'. Mereka masuk sebagai pasien dalam penanganan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA.


(dna/dna)