Ratusan Staf dan Pilot Maskapai BUMN Uni Emirat Arab Kena PHK

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 10 Nov 2020 13:25 WIB
Ilustrasi pesawat
Foto: iStock
Jakarta -

Maskapai penerbangan nasional Uni Emirat Arab (UEA), Etihad Airways mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pilot. Hal itu dilakukan karena minimnya penumpang pesawat selama pandemi COVID-19.

Dilansir Reuters, Selasa (10/11/2020), pengumuman PHK dalam sepucuk surat kepada pilot mencuat sehari setelah maskapai penerbangan milik pemerintah itu mengatakan akan melanjutkan rencana untuk menjadi maskapai berukuran sedang.

"Kenyataan yang sulit adalah, terlepas dari semua harapan, industri kami tidak pulih cukup cepat dan kami akan terus menjadi maskapai penerbangan yang jauh lebih kecil untuk beberapa waktu," kata pilot dalam email yang didistribusikan pada hari Senin.

"Berdasarkan semua faktor ini, menjadi jelas bahwa kami tidak punya pilihan selain mengurangi tenaga kerja kami," sebutnya.

Seorang juru bicara Etihad tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui email.

Menurut situs webnya, Etihad mempekerjakan hampir 2.000 pilot pada Februari. Sumber mengatakan ratusan staf, termasuk beberapa pilot, telah diberhentikan sebelum pemangkasan karyawan terbaru.

Pilot diberi tahu dalam email bahwa berbagai opsi lain yang dicoba oleh maskapai tidak cukup untuk menjaga bisnis tetap kuat dan tenaga kerja saat ini dinilai terlalu gemuk.

Pilot yang terkena dampak akan diberi tahu dalam 24 jam tanpa mengatakan berapa banyak yang akan kehilangan pekerjaan mereka.

Kelompok yang mewakili sebagian besar maskapai penerbangan dunia, Asosiasi Transportasi Udara Internasional, secara konsisten mengatakan bahwa lalu lintas udara gagal pulih secepat yang diharapkan.

Gelombang baru infeksi virus Corona dan lockdown di seluruh Eropa dan di tempat lain telah menimbulkan ketidakpastian lebih lanjut bagi industri penerbangan saat menghadapi krisis terburuk yang pernah terjadi.

IATA mengatakan aturan perbatasan yang tidak konsisten menghambat pemulihan, sehingga sulit bagi maskapai penerbangan untuk membuat rencana ke depan.

Etihad pada hari Minggu mengatakan pihaknya terus mengurangi operasi maskapai dan akan menjadi maskapai penerbangan layanan penuh berukuran sedang yang berkonsentrasi pada armada berbadan lebar.

Belum jelas apakah itu berarti akan mengurangi armada 30 jet Airbus berbadan sempit A320. Etihad mengatakan akan menghentikan 10 pesawat superjumbo A380-nya karena pandemi tersebut.

Chief Executive Tony Douglas pada bulan April mengatakan maskapai itu mendapat dukungan penuh dari pemiliknya, yakni pemerintah Abu Dhabi. Etihad belum mengatakan apakah telah menerima bantuan negara.

Sebagian besar karyawannya adalah orang asing dan tidak berhak atas tunjangan pemerintah di Uni Emirat Arab.



Simak Video "Gojek Beri Paket Pesangon ke 430 Karyawan yang Kena PHK"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)