PLN Berharap Rampungkan Proyek Tanjung Jati Juli
Selasa, 24 Jan 2006 13:53 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) optimistis bisa menyelesaikan proyek Tanjung Jati B pada Juli 2006. PLN berharap tidak akan terkena penalti atau denda sebesar US$ 4 juta. "Kita akan ngebut, mudah-mudahan tidak akan kena penalti," kata General Manager Pusat Pengaturan dan Pendistribusian Beban (P3B) PLN Jawa dan Bali, Muljo Adji, usai rapat di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (24/1/2006).Sebelumnya Dirut PLN Eddie Widiono mengatakan, PLN terpaksa ngebut menyelesaikan prooyek Tanjung Jati B pada Januari agar tidak terkena penalti. PLN bahkan terpaksa mengesampingkan proyek Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Menurut Eddie, untuk sementara SUTET belum menjadi target utama mengingat PLN masih fokus pada proyek Tanjung Jati. Eddie mengaku, jika proyek Tanjung Jati sudah bisa beroperasi, maka PLN merasa lega. Sementara Muljo menjelaskan, selain proyek Tanjung Jati B, dalam waktu dekat PLN juga akan menyelesaikan pembangunan Pembangkit Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara di Cilacap yang akan selesai Juli nanti.PLTU Cilacap ini diperkirakan akan memasok listrik sebanyak 660 mega watt (MW). Saat ini, PLTU Cilacap sedang melakukan tes terhadap dua unit peralatan yang masing-masing berkekuatan 330 MW.Selain PLTU Cilacap, PLN juga menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilegon yang akan memasok listrik 740 MW. "Cilegon sudah siap pembangkitnya pada bulan April," ujar Muljo.Namun untuk Cilegon, hingga kini PLN masih menunggu pasokan gas dari CNOOC. "Kita sih nunggu pasokan gasnya saja. Kalau mereka siap kita siap juga," tutur Muljo.Total pasokan listrik yang akan masuk pada sistem listrik Jawa Bali pada tahun ini mencapai sekitar 2.660 MW.
(ir/)











































