Kuota Impor Beras Dihadang Imlek

Kuota Impor Beras Dihadang Imlek

- detikFinance
Selasa, 24 Jan 2006 15:22 WIB
Jakarta - Jatah impor beras dari Vietnam sebanyak 110.000 ton hanya akan terealisasi sebanyak 83.300 ton hingga 29 Januari. Sisanya sulit masuk hingga tenggat waktu mengingat window impor hanya dibuka 1-31 Januari."Tapi karena ada Imlek di vietnam, hanya bisa dipenuhi tidak lebih dari itu 83.300 itu. Masih kurang dari kuota," ujar Meneg BUMN Sugiharto.Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat kabinet terbatas tentang impor beras, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/1/2006). Rapat yang pimpin oleh Presiden SBY, berlangsung dari pukul 8.00 hingga 13.00 WIB. Hadir dalam kesempatan tersebut Menkeu Sri Mulyani, Menaker Erman Suparno, Menperin Fahmi, Menkominfo Sofyan Djalil, Menteri ESDN Purnomo Yosgiantoro, Menteri UKM Suryadharma Ali dan Dirut Bulog Widjanarko Puspoyo.Sugiharto memaparkan, dalam kesempatan tersebut Sri Mulyani yang juga bertindak sebagai Menko Perekonomian Ad Interim mengungkapkan soal tingginya harga beras di sejumlah daerah. "Stabil tapi tinggi. Ini yg dikhawatirkan dapat memicu inflasi Januari," ujar Sugiharto.Namun menurutnya, rapat kabinet terbatas tersebut tidak membahas secara khusus mengenai efeknya terhadap inflasi Januari. Dari pihak Kementerian BUMN, Sugiharto mengaku pihaknya telah menyatakan kesiapannya untuk menggabungkan sejumlah BUMN untuk menstabilkan stok beras. "Saya jelaskan kesiapan untuk gabungkan perbankan, Bulog, pabrik pupuk dan Sanhyang sri sebegai penyedia bibit unggul dalam meningkatkan produksi beras petani. Sehingga terjadi kecukupan suplai," ungkapnya.Ia menambahkan, bencana alam di sejumlah daerah secara tidak langsung juga mengurangi produktifitas untuk musim panen yg akan datang. "Kami sudah persiapkan beberapa model, termasuk di Sidrap, Sulsel, untuk tinngkatkan produktifitas beras dan padi," ujarnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads