Bocoran Luhut, Labuan Bajo bakal Jadi Tuan Rumah 2 Acara Internasional

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 12 Nov 2020 19:15 WIB
Ilustrasi Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: Ilustrasi Luhut Binsar Pandjaitan (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa Labuan Bajo bakal menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan ASEAN Summit pada 2023 mendatang. Untuk itu, ia mendorong semua pihak agar dukungan infrastruktur di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut dapat terus ditingkatkan.

"Saya juga ingin sampaikan pada kesempatan ini KTT G-20 dan ASEAN 2023, Presiden beri arahan agar sebagian kegiatan dilakukan di sini. Oleh karena itu nanti Tana Mori dan sebagainya perlu disiapkan dengan bagus," ujar Luhut dalam acara Simulasi Health Safety and Security Protocol Destinasi Super Prioritas, Kamis (12/11/2020).

Adapun program pelebaran jalan menuju Tana Mori, Labuan Bajo sendiri sudah masuk dalam program kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2021. Targetnya, pelebaran jalan sepanjang 30 Km itu dapat selesai pada tahun 2022.

Selain pembangunan akses menuju Tana Mori, peningkatan jaringan jalan KSPN Labuan Bajo juga terus dilakukan seperti penanganan ruas jalan dalam kota, penataan trotoar dan drainase, perbaikan geometrik jalan, pelebaran dan preservasi serta pembangunan jalan baru.

Selain mempersiapkan diri dari segi infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan diri dari segi keselamatan dan keamanan destinasi pariwisata itu sendiri. Baru saja, pemerintah menggelar simulasi protokol kesehatan, keselamatan dan keamanan di destinasi pariwisata super prioritas, Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur.

Setelah memantau simulasi tersebut, Luhut menyimpulkan bahwa uji coba itu bakal menjadi cikal bakal standar operasional (SOP) kesehatan, keselamatan, dan keamanan di destinasi wisata Indonesia. Ia optimis Indonesia akan berubah lebih maju dari sebelumnya.

"Itu untuk menunjukkan ke dunia bahwa Indonesia ini berubah," katanya.

"Indonesia akan beda menurut hemat saya 5 tahun dan 10 tahun lalu. lebih beda lagi 5 tahun ke depan kalau kita konsisten kompak melakukan perubahan pembangunan. Ini yang saya kira perlu dikedepankan, keluar kita betul-betul kompak, kita betul-betul bekerja dengan baik. Simulasi sudah sangat bagus," sambungnya.

(dna/dna)