Jelang 21 Tahun Kerja Sama ASEAN-China, Jokowi Soroti Hal Ini

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 12 Nov 2020 19:46 WIB
Ilustrasi profil
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong peningkatan kerja sama ASEAN dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China jelang tiga dekade kemitraan kedua pihak pada 2021 mendatang. Peningkatan kerja sama kedua pihak tersebut menurutnya penting untuk meraih lebih banyak kemajuan bersama di masa depan.

Selain itu, sejumlah hal disampaikan Presiden agar negara-negara di kawasan dapat segera keluar dari dampak pandemi dan memulihkan ekonomi negara.

"Saya ingin sampaikan tiga hal yang dapat kita lakukan agar segera bisa keluar dari pandemi dan memulihkan ekonomi. Pertama, transformasi kerja sama ekonomi berbasis digital," ujar Jokowi saat memberikan pidato pada KTT ke-23 ASEAN-RRT secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/11/2020).

Jokowi berpandangan bahwa transformasi ekonomi dari cara-cara konvensional menuju ekonomi berbasis digital merupakan hal krusial yang saat ini harus dilakukan. Pandemi yang melanda setidaknya di 215 negara dunia memang berdampak besar. Namun, di tengah kondisi tersebut terdapat peluang bagi lompatan kemajuan, utamanya dalam hal pengembangan ekonomi berbasis digital.

Dengan berupaya menjawab tantangan dan peluang tersebut, Jokowi berharap agar persoalan ekonomi dan kesehatan dapat berjalan secara beriringan dan kegiatan ekonomi dapat beradaptasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Presiden meyakini bahwa ASEAN mampu melakukan transformasi ekonomi tersebut melalui kerja sama digital dengan mitranya.

"Tahun 2020 adalah tahun kerja sama ekonomi digital ASEAN-RRT. Sebagai pemimpin global ekonomi digital dan rumah bagi sepertiga unicorn dunia, antara lain Baidu, Alibaba, dan Tencent, RRT adalah mitra strategis bagi ASEAN," sambungnya.

Bersamaan dengan itu, ASEAN dan RRT, juga harus segera mereaktivasi kerja sama ekonomi antara lain melalui harmonisasi kebijakan, dan memastikan rantai pasok global dengan menghapus hambatan perdagangan.

Hal lain yang disampaikan Jokowi dalam pidatonya tersebut ialah mengenai pemenuhan ketersediaan vaksin dan obat-obatan di kawasan. Jokowi menegaskan bahwa Kesehatan merupakan aspek penting untuk menggerakkan perekonomian.

Itulah mengapa di masa pandemi saat ini pemenuhan kebutuhan terhadap obat-obatan dan vaksin di kawasan menjadi salah satu faktor penting yang harus dapat dicapai agar masing-masing negara dapat kembali memulihkan perekonomiannya.

"Saya mengapresiasi komitmen RRT untuk berpartisipasi dalam COVAX dan menjadikan vaksin sebagai barang publik global. Kita harus bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan dan vaksin Covid-19 di Kawasan," tuturnya.

Lebih jauh, ia juga menyinggung soal stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik yang menurut Jokowi, belakangan ini kawasan itu diwarnai dengan ketidakpastian, termasuk menajamnya rivalitas dan ketegangan di Laut China Selatan.

Jokowi menyatakan kekhawatirannya apabila hal itu terus berlanjut, maka pemulihan menyeluruh di kawasan dari pandemi COVID-19 akan semakin sulit.

"Kita semua, tanpa terkecuali, memiliki tanggung jawab menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan," ujarnya.

Jokowi berharap agar kemitraan antara ASEAN dan RRT ke depannya dapat mencapai lebih banyak kemajuan bersama melalui kerja sama yang terjalin kedua belah pihak.

(dna/dna)