Faktor Global Picu Kenaikan Harga Gula Lokal

Faktor Global Picu Kenaikan Harga Gula Lokal

- detikFinance
Selasa, 24 Jan 2006 16:56 WIB
Jakarta - Melambungnya harga gula dalam negeri yang kini mencapai Rp 6.700 per kilogram dipicu oleh berbagai faktor global yang membawa harga gula internasional melonjak.Harga gula di bursa berjangka London saat ini rata-rata mencapai US$ 401 per ton, naik dibandingkan posisi pekan lalu yang masih di level US$ 383 per ton.Meroketnya harga gula internasional ini terpengaruh oleh pengurangan subsidi gula di negara Eropa karena komitmen dengan World Trade Organization (WTO)."Akibatnya, biaya produksi gula impor lebih tinggi dan membuat harga internasional naik. Kondisi ini akan membuat harga gula lokal ikut naik karena Indonesia masih memerlukan impor," kata Kepala Badan Bimas Ketahanan Pangan Departemen Pertanian (Deptan), Kaman Nainggolan.Hal itu diungkapkan Kaman di sela acara ulang tahun ke-60 PWI di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (24/1/2006).Naiknya harga gula internasional ini, kata Kaman, disebabkan meningkatnya permintaan dari sejumlah negara.Hal ini terjadi karena beberapa negara sudah mendiversifikasikan pabrik gulanya menjadi etanol untuk bahan bakar pengganti BBM.Saat ini produksi gula dalam negeri hanya 2,5 juta ton dan konsumsi 3 juta ton, sehingga kekurangannya diambil dari impor. Harga gula yang tinggi ini juga terjadi karena efisiensi pabrik gula dalam negeri yang rendah."Seharusnya kita fokus ke pabrik gula, karena 80 persen pabrik gula yang ada di Jawa sudah berumur puluhan atau ratusan tahun dan sudah turun mesin, sehingga efisiensi rendah," ujar Kaman. Sementara itu, Direktur Bina Pasar Departemen Perdagangan (Deperdag) Gunaryo mengatakan, untuk mengatasi naiknya harga gula, pemerintah akan mempercepat pendistribusian gula impor."Jadi kalau dipercepat harga gula akan turun, karena belum semua disalurkan, karena gula sudah masuk tapi masih di pelabuhan. Minggu depan lebih dari 60 persen gula imor datang," kata Gunaryo di Gedung Deperdag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (24/1/2006). Dia menilai, naiknya harga gula karena permainan para pedagang, yang melihat meningkatnya tren harga gula internasional dan diikuti stok gula dalam negeri menipis.Menurut Gunaryo, dari pantauan Deperdag belum ada harga yang mencapai Rp 6.700 per kilogram. Namun, diakui harga gula yang sampai ke level tersebut hanya bersifat fluktuatif.Naiknya harga gula internasional, ungkap Gunaryo, kemungkinan akan membuat harga patokan gula pemerintah naik dari yang ada saat ini Rp 5.500 per kilogram. "Tidak mungkin masih pakai Rp 5.500 per kilogram karena harga impor sudah Rp 5.200/kg, kemungkinan diatas Rp 5.500 tapi dibawah Rp 6.000/kg," ujar Gunaryo.Berdasarkan data Deperdag per 23 Januari 2006, harga gula rata-rata untuk gula pasir impor Rp 5.944/kg, gula pasir lokal Rp 6.141/kg. Sedangkan harga gula di Jakarta Rp 6.000.kg. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads