BKP Nilai Wajar Harga Beras Eceran Lebih Mahal dari Impor

BKP Nilai Wajar Harga Beras Eceran Lebih Mahal dari Impor

- detikFinance
Selasa, 24 Jan 2006 18:40 WIB
Jakarta - Badan Ketahanan Pangan (BKP) menilai wajar jika harga beras eceran lebih mahal ketimbang harga di pasaran internasional.Pasalnya, harga beras di pasar internasional yang merupakan program ekspor suatu negara mendapat subsidi dari pemerintah yang bersangkutan.Penjelasan BKP ini menanggapi pernyataan Dirut Bulog Widjanarko Puspoyo yang mengatakan, harga pembelian pemerintah (HPP) untuk beras petani seharga Rp 3.550 per kilogramnya yang berlaku sejak 1 Januari 2006 terlalu tinggi. Bahkan dibanding harga internasional, menurut Widjanarko, harga itu lebih mahal US$ 100 per tonnya. Hal ini membuat banyaknya penyelundupan beras. Harga beras beras internasional saat ini US$ 260-270 per ton. Sedangkan harga beras petani jika memakai Rp 3.550 per kilogram menjadi US$ 370 per ton.Namun menurut Ketua BKP, Kaman Nainggolan, perbandingan yang dilakukan Dirut Bulog itu menyesatkan. Ini karena Bulog membeli beras petani secara eceran, sedangkan beras di pasar internasional di jual per ton."Jangan tersesat ambil kesimpulan, harusnya yang dilihat itu harga di pasarannya bukan harga di ekspor. Membandingkannya ya jeruk dengan jeruk, karena harga eceran selalu lebih tinggi daripada harga ekspor," kata Kaman Hal itu diungkapkan Kaman disela acara ulang tahun ke-60 PWI di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (24/1/2006).Menurut dia, harga ekspor ada subsidi dari masing-masing pemerintahannya sehingga jauh lebih murah harganya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads