Berita Terpopuler Sepekan

Dampak Resesi Nyata, Badai PHK Kian Terasa

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 15 Nov 2020 22:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Indonesia resmi resesi setelah diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 November lalu. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang sering disebut jadi dampak nyata resesi pun sudah terjadi.

Setidaknya sudah ada ribuan karyawan yang telah ter-PHK. Perusahaan yang melakukan PHK pun beragam, mulai dari pabrik sepatu hingga perusahaan karaoke.

Dirangkum detikcom, Minggu (15/11/2020), berikut ini daftar PHK massal yang terjadi sejak diumumkan Indonesia resesi:

1. 1.800 Buruh Pabrik Sepatu di Tangerang

Pabrik sepatu di Cikupa, Tangerang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atas 1.800 karyawannya. Laporan itu diterima oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Tangerang.

"Sekitar 1.800-an. Sedang diproses PHK-nya," ungkap Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) Disnaker Kabupaten Tangerang Hendra ketika dihubungi detikcom, Kamis (5/11/2020).

Namun, Hendra enggan menyebutkan nama pabrik tersebut. Ia mengatakan, PHK ini dilakukan karena perusahaan menelan kerugian yang besar akibat dampak pandemi virus Corona (COVID-19) yang membuat pesanan ke pabrik menjadi tidak ada.

Dia menjelaskan, 1.800 karyawan itu hanya akan bekerja sampai akhir November 2020 ini. Menurutnya, para karyawan yang kena PHK tersebut sudah dipastikan akan mendapatkan pesangon.

2. Ribuan Karyawan Karaoke Inul

Penyanyi dangdut Inul Daratista terpaksa harus melakukan PHK kepada ribuan karyawannya akibat dampak pandemi COVID-19. Karyawan tersebut berasal dari bisnis tempat karaoke miliknya.

Hal itu terpaksa dilakukan Inul pada karyawannya yang bekerja di Jakarta. Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat bisnisnya tidak dapat beroperasi hingga tidak ada pemasukan.

Secara hitungan kasar, Inul menyebutkan ada PHK yang dilakukan di 20 lebih cabang tempat karaokenya. Rata-rata ada 75 orang karyawan di tiap tempat karaoke yang terkena PHK.

"Di Jakarta banyak (Inul Vizta) ada 20 cabang lebih. Karyawannya hitung saja satu outlet ada yang 75 karyawan, kalau di atas 20 sampai 30 (outlet) berapa tuh (yang di-PHK)," kata Inul saat ditemui detikcom di Gedung Transmedia, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2020).

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2