Pentingnya Koperasi untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 17 Nov 2020 23:42 WIB
Aktifitas koperasi simpan pinjam Amartha Microfinance di Kecamatan Ciseeng, Bogor (Selasa (30/12/2014). Amartha menyalurkan kredit mikro kepada rumah tangga tidak mampu berbasis kelompok. (Ari Saputra/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Azrul Tanjung mengatakan salah satu agenda BMT Summit 2020 adalah membangun payung bersama untuk memantapkan peran BMT dalam pemberdayaan ekonomi umat.

"Wadah ini diharapkan dapat menyatukan potensi-potensi asosiasi, perhimpunan, dan forum komunikasi BMT yang sesudah berjalan terlebih dahulu. Wadah ini bukan menggantikan organisasi BMT yang sudah ada, namun sebagai payung bersama untuk menyatukan gerakan pemberdayaan ekonomi umat melalui layanan keuangan mikro syariah, " ujar Azrul dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Agenda lainnya yakni merumuskan bentuk-bentuk kolaborasi yang dapat mengakomodir dinamika dan perbedaan karakteristik layanan keuangan mikro syariah yang sudah ada saat ini.

Agenda selanjutnya adalah lembaga penjaminan simpanan bagi BMT/Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah. Keberadaan LPS sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga layanan keuangan mikro syariah.

"Agenda berikutnya yakni percepatan digitalisasi pengelolaan BMT untuk layanan keuangan mikro syariah yang efisien dan efektif. Di era serba digital, BMT harus melakukan percepatan digitalisasi layanan keuangan mikro syariah agar tidak ditinggalkan anggota dan kalah bersaing dengan lembaga keuangan syariah yang lain, " tambah dia.

Berikutnya yakni memantapkan peran BMT sebagai lembaga perantara keuangan (financial intermediary) dan lembaga perantara sosial (social intermediary).

"BMT diharapkan tidak hanya melakukan layanan keuangan mikro syariah saja, namun juga menjalankan perannya sebagai pendamping program-program pemberdayaan ekonomi umat, " jelas dia.

Terakhir, mengidentifikasi fatwa dan regulasi yang diperlukan untuk penguatan layanan keuangan mikro syariah dan kelembagaan BMT.

BMT Summit 2020 diselenggarakan Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) MUI pada 16-17 November 2020, secara daring dan luring yang dibuka Wakil Presiden RI dan dihadiri oleh lebih dari 500 BMT. BMT Summit 2020 merupakan ajang untuk saling bersilaturahim, menambah wawasan, dan berbagi pengalaman, serta membahas berbagai agenda penting untuk peningkatan kapasitas BMT.

Tema utama BMT Summit 2020 adalah BMT Bersatu Umat Berdaya. Tema itu mengandung tekad dan semangat besar dari pelaku BMT untuk bersatu membentuk wadah bersama, tenda besar bagi asosiasi, perhimpunan, forum komunikasi dan lembaga-lembaga lain yang sudah menaungi BMT maupun koperasi syariah selama ini. Kolaborasi BMT diperlukan untuk pemberdayaan ekonomi umat yang lebih baik.

(upl/upl)