Rp 4.983 T Investasi Buat Genjot Pertumbuhan Ekonomi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2020 08:30 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Ekonomi nasional saat ini masih tertekan akibat pandemi COVID-19. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal III 2020 ekonomi RI masih mengalami kontraksi hingga 3,49%.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan agar tercapai pertumbuhan ekonomi 6% maka dibutuhkan investasi senilai Rp 4.983,2 triliun.

"Kalau kita ingin pertumbuhan ekonomi kita 6%, ini target yang akan dilakukan sampai 2024," kata Bahlil dalam acara Webinar PT BNI Asset Management (BNI-AM) menyelenggarakan acara Market Outlook 2021 dengan tema "Resilience to Counter Economic Turbulence", Selasa (17/11/2020).

Dia mengungkapkan untuk mencapai target pada 2024, tahun ini realisasi investasi harus sebesar RP 817,2 triliun. Kemudian 2021 Rp 858,5 triliun, pada 2022 Rp 968,4 triliun, 2023 Rp 1.088,8 triliun dan 2024 Rp 1.239,3 triliun.

"Ini kami diberikan target oleh Bappenas Rp 886 triliun pada 2020 sebelum pandemi COVID-19 namun pandemi kita revisi jadi Rp 817,2 triliun nah sampai September kita sudah realisasi Rp 611,6 triliun," jelasnya.

Bahlil mengungkapkan untuk mencapai target tersebut BKPM memfasilitasi investor untuk meningkatkan investasi. Mulai dari meyakinkan investor jika Indonesia adalah surganya investasi.

Kemudian mengawal dalam layanan perizinan, mengawal dalam financial closing, mengawal investor secara end to end dalam realisasi investasi hingga mengawal tahap produksi.