Sri Mulyani Sebut Dampak Terburuk COVID-19 Telah Berakhir

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2020 10:02 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan dampak terburuk COVID-19 sudah berakhir. Perekonomian Indonesia sudah mulai pulih di kuartal III-2020 meski masih berada di zona negatif.

Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 yaitu minus 3,49% atau tumbuh 5,05% dibandingkan kuartal II yang minus 5,32%. Namun begitu, Sri Mulyani mengaku masih mengkhawatirkan potensi terjadinya gelombang kedua atau second wave seperti yang sudah terjadi di negara-negara eropa.

"Kita melihat yang terburuk telah berakhir, terutama pada kuartal II tahun ini ketika kontraksi sangat dalam, tetapi kami melihat rebound pada kuartal III. Kami masih sangat berhati-hati karena COVID masih ada," kata Sri Mulyani dalam acara Bloomberg secara virtual, Jakarta, Rabu (18/11/2020).

"Kita lihat di beberapa negara ada gelombang kedua, yang benar-benar bisa membuat langkah mundur dari kemajuan ini," tambahnya.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah, dikatakan Sri Mulyani adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap perekonomian nasional. Tujuannya untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga yang sampai kuartal III-2020 masih terkontraksi 4%.

Meningkatkan kepercayaan masyarakat agar kembali berani berkonsumsi atau belanja adalah dengan menangani COVID-19.

"Itu sebenarnya sangat penting untuk memulihkan kepercayaan, kepercayaan itu bergantung pada apakah COVID-19 dapat ditangani," jelasnya.

(hek/eds)