Harga Elpiji Industri Akan Naik
Rabu, 25 Jan 2006 12:51 WIB
Jakarta - Nasih industri kembali terancam. PT Pertamina (Persero) berniat menaikkan harga Elpiji untuk konsumsi Industri dengan alasan tingginya harga elpiji di pasar internasional.Saat ini harga produk tersebut di pasar internasional sudah mencapai US$ 700 per metrik ton mengikuti kenaikan harga minyak dunia. Juru bicara Pertamina, M Harun menjelaskan, kenaikan harga elpiji untuk industri harus dilakukan sebagai upaya mengurangi kerugian di bisnis elpiji. Selain itu, Pertamina mencari kompensaasi atas dari komitmennya untuk tidak menaikkan harga elpiji sektor rumah tangga. "Khusus untuk harga elpiji sektor rumah tangga tetap Rp 4250 per kilogram. Sementara untuk indutri akan dinaikkan mendekati harga pasar dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Harun dalam penjelasan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (25/1/2006).Saat ini kebutuhan elpiji untuk domestik mencapai 3500 metrik ton/hari, dengan komposisi rumah tangga sebesar 70 persen dan industri 30 persen. Dari kebutuhan tersebut, yang bisa dipasok dari kilang Pertamina hanya 2700 metrik ton per hari. Sedangkan sisanya dipenuhi dari kilang milik Kontrak Production Sharing (KPS) atau diimpor dengan harga pasar internasional. Harun menjelaskan, Pertamina akan berupaya mengurangi ketergantungan pada pasar spot elpiji dan mengoptimalkan produksi di dalam negeri. Pertamina juga akan meningkatkan pembelian Elpiji dari KPS. "Hal ini dilakukan untuk menekan biaya pengadaan Elpiji di dalam negeri," tambah Harun. Menurut Harun, meski pembelian dari KPS berdasarkan harga pasar, namun Pertamina bisa mengapat keuntungan dari kurangnya biaya transportasi. Saat ini Pertamina melakukan pembelian elpiji dari kilang Chevron di Tanjung Santan, dari Medco di Sumatera selatan maupun dari Petrochina Jabung (Jambi). Khusus untuk pemenuhan Elpiji Februari 2006, Pertamina akan membeli 3 kargo Elpiji dari Chevon Tanjung Santan dan dalam waktu dekat akan membeli 75000 metrik ton dari kilang Petrochina Jabung.
(qom/)











































