Erick Thohir Mau Satukan Markas BUMN di Luar Negeri

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2020 13:58 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kementerian BUMN yang dipimpin Erick Thohir berencana menggabungkan kantor-kantor BUMN yang berbasis di luar negeri dalam satu atap, dan dinamakan Indonesia Incorporated. Hal itu merupakan salah satu misi Kementerian BUMN untuk menciptakan efisiensi operasional BUMN di luar negeri, serta membesarkan nama perusahaan pelat merah Tanah Air di luar negeri.

"Pak Menteri mengatakan, di 2021 nanti kita akan wujudkan bersama BUMN Go Global. Ini juga merupakan tantangan bagi para direksi di seluruh BUMN," ungkap Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto dalam webinar Ngopi BUMN, Rabu (18/11/2020).

Adapun BUMN-BUMN yang akan disatukan karena sudah memiliki cabang di luar negeri antara lain BNI di 6 negara, BRI di 3 negara, Mandiri di 4 negara, Pertamina 9 negara, Telkom Indonesia di 9 negara, Garuda Indonesia di 6 negara, WIKA di 6 negara, Sucofindo di 6 negara, Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) di 4 negara, MIND ID di 2 negara, PLN di Belanda, Kimia Farma di Saudi Arabia, Asuransi Jasindo di Malaysia, dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Amerika Serikat (AS).

"Kita tahu Pertamina ada di beberapa negara, BNI, dan BRI ada di beberapa negara, BUMN Karya ada di beberapa negara. Kenapa ini tidak bisa kita satukan? Selama ini mereka berkantor sendiri, berusaha sendiri, dan sebagainya," jelas Susyanto.

Nantinya, BUMN-BUMN yang punya kantor cabang atau operasional di negara yang sama akan disatukan dalam satu kantor. Misalnya BNI, Telkom Indonesia, dan Sucofindo yang sama-sama beroperasi di Hong Kong. Kemudian, Pertamina, BRI, Mandiri, Garuda Indonesia, Sucofindo, PPI, MIND ID, BNI, dan Telkom Indonesia yang beroperasi di Singapura. Dan juga negara-negara lainnya.

"Pertama itu Indonesia Incorporated, jadi berkantor dulu secara bersama-sama, lalu persoalan-persoalan yang ditemui bisa didiskusikan di situ. Lalu semacam branding, ada bendera Indonesia, logo beberapa BUMN ada di situ, ini branding," ungkapnya.

Susyanto menjelaskan, Kementerian BUMN telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk bisa mewujudkan kantor Indonesia Incorporated di luar negeri.

"Kita minta tolong ke Kemlu untuk membantu menyelesaikan hal-hal itu, dan menyatukan kantor BUMN untuk Indonesia Incorporated," ujarnya.

Selain menciptakan efisiensi, mewujudkan BUMN satu atap di luar negeri ini harapannya bisa mengenalkan produk-produk Indonesia ke pasar global yang lebih luas.

"Nantinya kita harapkan di 2021 sudah berbeda dengan peta yang ada sekarang. Jadi menyatu, mumpung pandemi, coba dijajaki. Apakah nantinya tidak perlu sewa, tapi beli satu gedung lalu di-share. Kita tentukan nanti BUMN mana yang akan memimpin di sana. Tapi yang paling penting, kita tingkatkan branding produk-produk kita untuk bisa go global," pungkasnya.

(dna/dna)