Mendag Minta Tambah Anggaran ke Sri Mulyani untuk Program Ini

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2020 19:15 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto
Foto: Citra Nur Hasanah / 20detik
Jakarta -

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah membuat program Gerai Maritim yang bertujuan menekan selisih atau disparitas harga bahan pangan pokok antar daerah di Indonesia. Untuk mengoptimalkan program tersebut, Mendag Agus Suparmanto meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk bisa menambahkan anggaran instansinya.

"Pada kesempatan ini saya senang sekali bisa duduk bersama dengan Ibu Menteri Keuangan. Saya ingin menitip pesan dan permintaan pada Ibu Menteri Keuangan yang saya hormati, berharap alokasi anggaran untuk mendukung Gerai Maritim dapat ditingkatkan," tutur Agus dalam webinar Jakarta Food Security Summit (JFSS) 2020, Rabu (18/11/2020).

Saat ini, Depo Gerai Maritim baru dibangun di 16 kabupaten yang termasuk dalam daerah terpencil, terluar, dan perbatasan yang dilalui Tol Laut. Harapannya, dengan ditambahkannya anggaran, jangkauan Gerai Maritim bisa diperluas.

"Kami berharap manfaat menurunnya disparitas harga, karena program Gerai Maritim dapat dirasakan oleh lebih banyak daerah di seluruh Indonesia," ujar Agus.

Menurutnya, meski baru membangun Depo Gerai Maritim di 16 kabupaten, namun dampaknya 50 daerah menyatakan adanya penurunan harga.

"Pada 2020 terdapat 67 daerah yang dilalui Tol Laut dan Gerai Maritim. Pada hal ini, banyak daerah yang merasakan manfaat, sesuai pantauan kami ada 50 daerah yang menyatakan adanya penurunan harga barang setelah dilalui program tersebut," ungkapnya.

Dengan Gerai Maritim ini, ongkos pengiriman bahan pangan pokok dapat diefisiensi, karena memanfaatkan Penyelenggaraan Pelayanan Publik untuk angkutan barang oleh Kemenhub dengan tarif kompensasi.

"Program ini merupakan bagian dari Tol Laut di mana pemerintah memberi subsidi biaya port to port rata-rata 40-50% dari biaya freight per kontainer," imbuhnya.

Dengan program ini, kapal yang berlalu-lalang juga membawa komoditas juga akan membawa muatan balik, sehingga ongkos pengiriman dari daerah tersebut akan lebih rendah.

"Pemerintah juga melakukan konsolidasi pedagang dengan business matching antara pengusaha di daerah dengan melibatkan industri yang memerlukan bahan baku. Oleh sebab itu, ongkos transportasi yang selama ini freight tinggi karena tidak ada muatan balik, untuk optimalisasi muatan balik pemerintah membangun Depo Gerai Maritim. Fungsinya sebagai tempat penyimpanan sementara barang setelah diturunkan dari kapal sebagai muatan berangkat, selain itu bisa juga menampung produk unggulan dari daerah sebagai muatan balik," tandas Agus.

(dna/dna)