Oleh-oleh Luhut Usai Bertemu Donald Trump-Mike Pence di AS

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2020 06:00 WIB
Menko Luhut Pandjaitan bertemu Presiden AS Donald Trump (Kemenko Marves).
Foto: Menko Luhut Pandjaitan bertemu Presiden AS Donald Trump (Kemenko Marves).
Jakarta -

Saat berkunjung ke Washington DC, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berkesempatan bertemu Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence. Saat bertemu Pence, Luhut ditawarkan kerja sama untuk memproduksi vaksin COVID-19.

Pence menawarkan kerja sama produksi vaksin yang bisa digarap oleh perusahaan Indonesia dan AS. Hal itu disampaikan kepada Luhut saat berada di kantor Pence, Selasa (17/11/2020).

Sebelumnya Luhut bertemu Presiden AS Donald Trump terlebih dahulu. Pada kesempatan itu Luhut membahas soal pemberian fasilitas GSP oleh USTR kepada Indonesia. GSP adalah fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk kepada negara-negara berkembang. Insentif dagang tersebut diberikan melalui Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat atau United States Trade Representative (USTR).

Dalam kesempatan itu Luhut juga menyampaikan salam terima kasih dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas dukungan Trump terhadap kerja sama RI dan AS selama ini. Pertemuan itu Luhut didampingi oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS) Muhammad Lutfi.

"Saya atas nama Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden Donald Trump. Apapun hasil resmi pemilu AS, pertemanan tetap perlu dijaga. Kita akan selalu menjadi kawan. Saya juga berharap komunikasi yang baik dengan Gedung Putih dapat juga terjalin setelah Januari 2021 nanti," ungkap Luhut.

Salam itu disambut oleh Trump, dia juga menyampaikan salam terima kasih kepada Jokowi. Dia menilai selama ini kedua negara memiliki hubungan positif dalam peningkatan ekonomi.

Dalam kunjungan ke AS, Luhut memang menghadiri berbagai pertemuan. Selain bertemu dengan Trump dan Pence, Luhut juga bertemu dengan National Security Advisor (NSA), Robert O' Brien. Pada pertemuan itu mereka membahas kemitraan strategis antara Indonesia dan AS di bidang pertahanan dan teknologi, serta bertukar pandangan mengenai geopolitik global.

(zlf/zlf)