Ratusan UMKM Dagang Virtual di Lapak BI, Omzet Tembus Rp 10 M

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2020 12:31 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wrjiyo
Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wrjiyo (istimewa/BI)
Jakarta -

Sebanyak 379 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengikuti pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2020 yang digelar Bank Indonesia (BI). Pameran itu menjajakan produk kain dari 127 pelaku UMKM, kerajinan dari 75 pelaku UMKM, dan makanan-minuman dari 177 pelaku UMKM.

KKI yang sudah dilaksanakan dalam dua seri pada 28-30 Agustus dan 7-9 Oktober 2020 lalu menghasilkan nilai transaksi hingga Rp 10,5 miliar.

"Jumlah pengunjung mencapai lebih dari 53.000, belum termasuk seri ke-3. Peserta UMKM 379 UMKM, di antaranya 127 UMKM untuk kain, 75 kerajinan, 177 makanan dan minuman. Jumlah penjualan Rp 10,5 miliar," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam pembukaan KKI seri-3 yang disiarkan virtual, Jumat (20/11/2020).

Selain transaksi penjualan produk, KKI ini juga menghasilkan komitmen pembiayaan untuk UMKM, dan juga business matching.

"Pencapaian business matching Rp 113,2 miliar. Komitmen pembiayaan Rp 4,7 miliar, dan yang membanggakan juga 16 buyer dari 6 negara ikut di dalam memberikan business matching dan business deal, baik dari Singapura, Italia, Australia, Korea, Jepang, China," jelas Perry.

Untuk KKI seri ke-3 mulai dilaksanakan hari ini sampai 22 November 2020 yang juga membuka peluang-peluang yang sama yakni pameran produk, business matching, dan peluang pembiayaan.

Perry mengatakan, agenda rutin BI ini bertujuan untuk menjadikan UMKM Indonesia sebagai penggerak baru dari perekonomian. Selain itu juga, mendorong partisipasi milenial menjadi wirausaha atau pelaku UMKM.

"Dalam era new normal ini akselerasi digitalisasi menjadi solusi agar UMKM Indonesia menjadi new UMKM sebagai sumber perekonomian baru menuju Indonesia Maju. Bonus demografi memposisikan peran penting milenial dalam perekonomian Indonesia. Milenial sebagai generasi penerus bangsa akan menjadi motor penggerak new UMKM di masa kini maupun masa depan. Milenial yang cinta produk dalam negeri akan menjadi potensi pasar yang sangat besar bagi UMKM," pungkas Perry.

(ara/ara)