Pemerintah Lunasi Utang ke Pertamina dan PLN, Memang Sisa Berapa?

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2020 15:00 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Akhirnya pemerintah akan mencairkan seluruh dana kompensasi ke PT Pertamina dan PT PLN. Dana kompensasi ini dibayarkan pemerintah salah satunya atas selisih harga jual eceran (HJE).

Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata mengatakan dana kompensasi kepada dua BUMN ini masing-masing sebesar Rp 45 triliun.

"Tahun ini juga (Pertamina) mendapatkan Rp 45 triliun. Jadi suatu jumlah yang lebih besar dari PMN manapun ke BUMN lembaga," kata Isa dalam video conference, Jumat (20/11/2020).

Sedangkan untuk PLN, dikatakan Isa akan dibayarkan sekaligus dilunasi pada tahun 2020 ini.

"Pemerintah bayar kompensasi piutang atau utang kompensasi kita bayar sebagian. Kalau tahun ini PLN dapatkan Rp 45,4 triliun untuk pembayaran kompensasi," jelasnya.

Dengan kebijakan tersebut, dikatakan Isa, pemerintah memutuskan untuk tidak memberikan penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Pertamina (Persero). Sementara PLN, Isa mengatakan pemerintah tetap mengalokasikan PMN atau suntikan modal sekitar Rp 5 triliun.

"Tapi memang kita tahu persis PLN dan Pertamina merupakan 2 BUMN vital yang harus dipastikan tidak alami gangguan dalam melakukan operation dalam melayani masyarakat. Makanya kita kasih support cashflow masing-masing Rp 45 triliun," ungkapnya.

(hek/fdl)