Berencana Dirikan BLK, Gubernur Gorontalo Sambangi BLK Lembang

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2020 19:26 WIB
Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berkunjung ke Balai Latihan Kerja (BLK) Cikole Lembang, Bandung. Kunjungannya dalam rangka melihat secara langsung aktivitas dan manfaat keberadaan BLK Lembang, sehingga nantinya menjadi acuan pendirian BLK di Gorontalo.

"Kita meninjau BLK Lembang dan Bandung sebagai percontohan untuk pendirian BLK di sana. Termasuk testimoni para instruktur dan peserta yang dilatih itu, hasilnya akan sangat bermanfaat buat masyarakat," kata Rusli dalam keterangan tertulis, Jumat (20/11/2020).

Rusli beralasan pemilihan BLK Lembang sebagai tempat percontohan karena terdapat kemiripan dengan Gorontalo, yakni mayoritas masyarakat Gorontalo berprofesi sebagai peternak dan petani. "Kita mau mendidik petani itu betul-betul menjadi petani yang unggul, bukan petani yang turun temurun seperti itu," ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia sempat mengelilingi lokasi proses pembudidayaan di tiga sektor, yaitu perikanan, peternakan, dan pertanian. Ia berbincang dengan para instruktur dan peserta pelatihan di tiga sektor tersebut.

"Setelah melihat di sini sangat bagus. Anak-anak yang dilatih sangat respons. Instrukturnya sangat berpengalaman, hasilnya sudah ada. Bayangan saya itu, besok sudah (ada BLK) di Gorontalo karena melihat dari Jawa Timur ada, dari Lombok ada, dari NTT ada, dari Gorontalo pun sudah ada instrukturnya jadi betul-betul sudah mengakar dan terberdaya. Sudah sangat bermanfaat bagi mereka," ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen Binalattas Kemnaker Budi Hartawan mengapresiasi kunjungan Gubernur Gorontalo ke BLK Lembang. Budi berharap, BLK di Gorontalo dapat segera berdiri. "Kami berharap ada BLK seperti ini juga bisa dibangun di Gorontalo, sehingga nanti hampir di seluruh provinsi ada BLK," terangnya.

Budi menjelaskan BLK dibangun untuk mencari solusi jangka pendek agar dapat mendekatkan antara keterampilan di perusahaan dan keterampilan pencari kerja yang saat ini kesenjangannya masih terjadi.

"Kita harapkan ada BLK yang dibangun di sana, yang terintegrasi kejuruannya, bisa menghasilkan para pencari kerja yang bisa bekerja atau berwirausaha," pungkasnya.

(mul/mpr)