Hadiri KTT APEC, Jokowi Soroti 74 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2020 22:32 WIB
Jokowi Hadiri KTT APEC 2020 Secara Virtual dari Istana Bogor
Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden: Jokowi Hadiri KTT APEC 2020 Secara Virtual dari Istana Bogor
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Ada beberapa hal yang menjadi sorotan Jokowi.

Salah satu yang disorot Jokowi adalah masalah ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan.

"Presiden juga menyampaikan bahwa ekonomi APEC mengalami kontraksi PDB hingga 2,7% dan 74 juta penduduk kehilangan mata pencaharian," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melalui saluran YouTube Sekertariat Presiden, Jumat (20/11/2020).

Secara bersama-sama, menurut Mantan Gubernur DKI Jakarta itu APEC harus membalikan keadaan tersebut. Oleh karena itu dirinya menyampaikan tiga hal.

"Pertama mengenai pentingnya kembali merajut strategic trust. Visi APEC pasca 2020 menjadi momentum untuk mempertebal strategic trust guna mewujudkan kerja sama yang saling menguntungkan," ujar Retno.

Kedua, Jokowi menekankan pentingnya pertumbuhan perekonomian APEC. Dirinya mengharapkan 2021 akan terjadi pertumbuhan positif dan upaya ke arah sana harus didorong mulai dari sekarang.

"Misalnya perjalanan bisnis esensial harus didorong termasuk melalui optimalisasi APEC Business Travel Card, tentunya dengan protokol kesehatan yang kuat yang disiplin dan rantai pasok, konektivitas, dan digitalisasi ekonomi juga harus diperkuat," sebut Retno.

Lalu yang ketiga, Jokowi menekankan pentingnya reformasi struktural dan multilateralisme harus terus didorong.

Di dalam negosiasi KTT juga terdapat beberapa isu yang berhasil dimasukkan Indonesia di dalam visi APEC pasca 2020, yaitu mendorong pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, mendorong pembangunan konektivitas.

Kemudian, mendorong pemberdayaan UMKM dan perempuan dalam ekonomi digital, mengarusutamakan kepentingan Indonesia di bidang investasi, akses perdagangan, dan pengembangan kapasitas sebagaimana yang tercantum dalam Bogor Goals tahun 1994.

"Sebagai penutup di dalam pernyataannya dalam KTT APEC kali ini, Presiden menyampaikan bahwa tidak ada pilihan lain bagi APEC untuk bekerja sama sebagaimana yang telah dilakukan di Bogor pada tahun 1994," tambahnya.

(toy/hns)