Jurus UMKM Biar Selamat dari Pandemi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 21 Nov 2020 12:44 WIB
Di tengah pandemi COVID-19, pengusaha UMKM lebih adaptif menggunakan teknologi untuk mempertahankan bisnis. Salah satunya dengan transaksi non-tunai.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang terjadi di dunia turut mengganggu perekonomian global. Termasuk ekonomi nasional. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan industri kecil menengah (IKM) disebut bisa menjadi pendorong ekonomi untuk bangkit dari krisis.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko SA Cahyanyo mengungkapkan dibutuhkan transformasi skill mulai dari CEO untuk menuju industri 4.0.

Dia mengungkapkan, implementasi making Indonesia 4.0 akan mempercepat pembangunan sektor industri yang berdaya saing global. Sehingga dapat mewujudkan asa Indonesia berada menjadi 10 negara ekonomi terbesar pada tahun 2030.

Dengan itu butuh bimbingan mentoring untuk diharapkan banyak merangkul banyak pihak sehingga bisa bersama sama mentransformasi industri. Sementara industri itu tergantung dengan inovasi tanpa inovasi tidak akan bisa bertahan dan berdaya saing.

"Saya berharap kita semua bersama sama bisa mewujudkan ini semua, melalui 4.0 kita bisa memetakan industri dari mana, dan bisa membuat ekosistem industri 4.0 dan melibatkan seluruh stakeholder," kata Cahyanyo dalam keterangannya, Sabtu (21/11/2020).

Founder dan CEO IBIMA, Made Dana Tangkas mengungkapkan memang usaha kecil harus bertransformasi ke era digital. Hal ini juga untuk mendorong kegiatan perekonomian dan konsumsi yang saat ini sedang menurun.

"Digitalisasi harus dilakukan oleh usaha-usaha kecil agar bisa kembali memutar kegiatan perekonomian," kata Made.

Selanjutnya
Halaman
1 2