Menghitung Pajak Reklame yang Ramai Gara-gara Baliho Rizieq Dicopot

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 22 Nov 2020 18:59 WIB
Penertiban baliho bergambar Habib Rizieq Syihab dilakukan di Jakarta. Meski begitu, masih terlihat sejumlah baliho bergambar Habib Rizieq di kawasan Ibu Kota.
Baliho Rizieq Syihab (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Baliho bergambar wajah pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab sedang jadi sorotan. Semua baliho yang bergambar dirinya dicopot paksa karena dianggap tidak sesuai aturan.

Ternyata, untuk memasang baliho ada aturan beserta pajak yang harus ditaati sesuai Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011. Dikutip dari website resmi Badan Pendapatan Daerah (BPRD) Provinsi DKI Jakarta, Minggu (22/11/2020), tarif pajak iklan atau reklame sebesar 25% dengan dasar pengenaan pajak yaitu Nilai Sewa Reklame (NSR).

Besaran Pokok Pajak Reklame yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tariff pajak yaitu 25% dengan dasar pengenaan pajak yaitu Nilai Sewa Reklame (NSR).

Hasil Perhitungan NSR sebagaimana dimaksud dalam dasar pengenaan pajak ditetapkan dengan Peraturan Gubernur.

Masa pajak adalah jangka waktu yang lamanya sama dengan 1 (satu) bulan takwim atau 30 hari.

Jika baliho Habib Rizieq berukuran 3m x 5m, nilai strategis reklame (jalan protokol A) sebesar Rp 125.000 dan dipasang selama 1 bulan, berapa pajak reklame yang harus dibayar pihak pemasang baliho Habib Rizieq?

Luas Reklame 3m x 5m = 15m

Nilai strategis = Rp 125.000

Total Nilai Sewa Reklame = 15m persegi x 30 hari x Rp 125.000 (kelas jalan) = Rp 56.250.000

Pajak Reklame = Rp 56.250.000 x 25% = Rp 14,06 juta/bulan

Dapat disimpulkan pajak reklame yang harus dibayar oleh pihak pemasang baliho Habib Rizieq sebesar Rp 14,06 juta/bulan untuk baliho ukuran 3 x 5 meter persegi.

(dna/dna)