Rizal Ramli Sebut RI Pengemis Utang, Masa Sih?

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 23 Nov 2020 09:44 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia Terkendali

Petugas menata tumpukkan uang di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (17/1). Bank Indonesia menyatakan perkembangan Utang Luar Negeri (ULN) sebesar 347,3 miliar dolar Amerika pada November 2017 tetap terkendali, hal tersebut tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto akhir November 2017 yang tercatat stabil di kisaran 34 persen.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Utang bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi utang mencerminkan ketidakmandirian dan ketergantungan dalam bertahan hidup.

Namun di sisi lain, utang juga bisa dipandang sebagai keinginan untuk maju. Utang bisa menjadi alat menuju kehidupan yang lebih baik agar tidak terjebak dalam kondisi yang begitu-begitu saja.

Seperti dikutip dari riset CNBC Indonesia Pandangan itu bisa disematkan dalam pengelolaan anggaran negara. Kebijakan fiskal yang ekspansif diharapkan mampu mendorong ekonomi terus tumbuh dan kesejahteraan rakyat membaik.

Apalagi saat ini dunia sedang menghadapi tantangan maha berat bernama pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Pandemi ini terpaksa membuat masyarakat berjarak, tidak bisa melakukan aktivitas dengan normal seperti dulu atas nama penegakan protokol kesehatan.

Alhasil, dua sisi ekonomi terpukul sekaligus, pasokan dan permintaan. Ekonomi dunia pun masuk jurang resesi, pertama sejak krisis keuangan global 2008-2009. Bahkan skalanya lebih dahsyat, disebut-sebut sebagai krisis terparah sejak Depresi Besar pada 1930-an.

Pembatasan sosial (social distancing) membuat ekonomi mati suri. Dunia usaha dan rumah tangga lesu. Pendapatan anjlok, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di mana-mana.

Ini membuat setoran pajak melorot. Di Indonesia, penerimaan pajak dalam negeri pada Januari-September 2020 tercatat Rp 892,44 triliun. Anjlok 14,13% dibandingkan periode yang sama tahu sebelumnya.

Kalau pajak loyo jadinya tutup anggaran pakai utang? Cek di halaman berikutnya.



Simak Video "Utang Pemerintah Bengkak, Ini Penjelasan Sri Mulyani"
[Gambas:Video 20detik]