Jokowi Minta Libur Panjang Dikurangi, Pengusaha Hotel: Pasti Berdampak

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 23 Nov 2020 15:45 WIB
Terminal bus Kampung Rambutan merupakan salah satu terminal bus yang menjadi tujuan warga untuk pulang kampung atau mudik pada saat hari libur panjang
Foto: DEDY ISTANTO
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta ada pengurangan hari libur pada libur panjang akhir 2020 ini. Pertimbangan itu diucapkan Jokowi melihat libur panjang lalu yang berujung penambahan klaster baru virus Corona (COVID-19).

Padahal, libur panjang akhir tahun sudah dinantikan para pengusaha hotel dan restoran. Apalagi, libur panjang akhir tahun adalah pengganti libur panjang periode Lebaran 2020 lalu yang tertunda akibat COVID-19.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani, pengurangan libur panjang ini akan berdampak pada para pengusaha, terutama yang sudah mempersiapkan beberapa program menarik untuk akhir tahun.

"Ya pastinya berdampak, sebetulnya itu kan pengganti libur Lebaran, otomatis pasti ada dampaknya," ungkap Hariyadi ketika dihubungi detikcom, Senin (23/11/2020).

Menurut Hariyadi, pemerintah semestinya mencontoh Turki yang tetap membuka pariwisatanya di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ketat

"Saya selalu bilang coba deh lihat Turki. Nah Turki itu termasuk negara yang membuka pariwisatanya, tapi dia bisa mengendalikan (COVID-19)," ujar Hariyadi.

Lanjut ke halaman berikutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2