Maskapai Mulai Wajibkan Vaksin untuk Penerbangan Internasional

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 13:50 WIB
Covid-19: Apakah mungkin akan ada lebih dari satu vaksin virus corona?
Ilustrasi/Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Maskapai penerbangan nasional Australia, Qantas Airlines akan mewajibkan penumpang maskapainya penerbangan internasional untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Bos maskapai, Alan Joyce mengatakan langkah itu akan menjadi keharusan ketika vaksin tersedia.

"Kami akan meminta orang-orang untuk melakukan vaksinasi sebelum mereka dapat naik pesawat. Untuk pengunjung internasional yang keluar dan orang-orang yang meninggalkan negara kami pikir itu suatu kebutuhan," katanya, dikutip dari BBC, Selasa (24/11/2020).

Joyce mengatakan Qantas terus mencari cara untuk mengubah syarat dan ketentuannya untuk penumpang internasional sebab sejauh ini perjalanan internasional telah anjlok akibat pembatasan pandemi COVID-19.

Selaras dengan rencana Qantas, sebelumnya pada Agustus lalu Perdana Menteri Australia Scott Morrison pernah mengatakan bahwa jika vaksin berhasil ditemukan dan efektif, vaksin akan wajib dilakukan.

Akibat pandemi COVID-19 yang telah memperburuk kondisi maskapai penerbangan. Qantas telah melaporkan kerugian tahunannya hampir US$ 1,46 miliar. Kerugian itu disebabkan oleh permintaan yang anjlok dan menjadi terburuk dalam sejarah dalam 100 tahun.

Negara bagian New South Wales (NSW) dan Victoria di Australia telah membuka kembali perbatasannya untuk pertama kalinya sejak infeksi melonjak pada bulan Juli. Penerbangan antara kota dan ibu kota NSW Sydney biasanya salah satu rute tersibuk di dunia.

Kini untuk pertama kalinya penerbangan Qantas beroperasi kembali. Lebih dari 20 penerbangan tambahan dijadwalkan antara kedua negara bagian pada hari Senin lalu.

Saat penumpang tiba di Syney, mereka disambut oleh pekerja di terminal yang memegang tanda bertuliskan 'selamat datang kembali'.

(eds/eds)