DKI Dapat Dana PEN Rp 3,2 T dari Pusat, Mau Dipakai Apa Pak Anies?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 15:09 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Facebook Pemprov DKI Jakarta)
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Facebook Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta -

Pemerintah mengucurkan Rp 3,26 triliun dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk DKI Jakarta dalam bentuk pinjaman. Dana itu digunakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk banyak program, salah satunya melanjutkan proyek Jakarta International Stadium (JIS) dan pembangunan hotel Taman Ismail Marzuki (TIM).

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, langkah tersebut sangat membantu DKI untuk memulihkan perekonomian dari dampak pandemi virus Corona (COVID-19), pasalnya menyerap banyak tenaga kerja.

"Dukungan dari PEN is extremely helpful, karena itu bisa menyerap tenaga kerja dalam program-program urgent di Jakarta mulai dari penanggulangan banjir, pengelolaan limbah, sampah, pembangunan stadion, proyek TIM. Itu semua membantu serap tenaga kerja di Jakarta," ungkap Anies dalam acara Webinar Penanganan COVID-19 di DKI Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Oleh sebab itu, Anies mengatakan pada Staf Khusus Kementerian Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Masyita Crystallin yang turut hadir dalam webinar tersebut agar dana bantuan dari pemerintah pusat bisa dilanjutkan hingga tahun depan.

"Jadi adanya dana yg disalurkan lewat SMI (PT Sarana Multi Infrastruktur) is extremely helpful untuk kita. Dan we do hope Bu Masyita, ini bisa continue tahun depan di Ibu Kota. Sehingga ini akan terus bergerak dengan baik," kata Anies.

Anies mengatakan, pandemi COVID-19 ini memang dimanfaatkan pihaknya untuk menyusun ulang perencanaan kota.

"Pendekatan Jakarta, kita memanfaatkan krisis ini sebagai kesempatan untuk redefinisi ke perencanaan kota. Kita akan ubah cara kita memandang pergerakan sebuah kota," imbuhnya.

Salah satu penyusunan ulang yang ia lakukan ialah merencanakan proyek Digital Oriented Development (DOD), bersamaan dengan pembangunan Transit Oriented Development (TOD).

"Yang dulunya TOD, sekarang TOD dan DOD sebagai sebuah kesatuan. Sebelum krisis kita melihat literatur, tapi sekarang it's so real. Jadi kita sedang membangun beberapa lokasi TOD, kita integrasikan dengan digital. Harapannya kita bisa membangun kota yang lebih liveable, dan kota yang lebih memfasilitasi untuk kegiatan usaha yang efisien dan efektif, dan yang tidak kalah penting masyarakatnya sehat," ucap Anies.

"Jadi kita memanfaatkan kondisi pandemi ini untuk mempercepat transformasi dan Jakarta sedang melakukan itu," sambungnya.

(zlf/zlf)