Perusahaan Cek Kosong Jadi Rebutan Konglomerat Eropa

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 15:30 WIB
Ilustrasi Dolar AS
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Konglomerat bisnis Eropa banyak yang ingin bergabung dalam perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) atau perusahaan cek kosong. Hal itu menandakan daya tarik perusahaan cek kosong telah menyebar ke luar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Bloomberg, Selasa (24/11/2020), bergabung dengan SPAC telah menjadi metode yang paling diminati orang AS dalam mengumpulkan uang untuk mengakuisisi perusahaan. Selama 2020, SPAC mencatat telah mengumpulkan lebih dari US$ 60 miliar.

Sekarang, orang kaya Eropa ikut berburu pendanaan SPAC melalui Investindustrial Acquisition Corp, sebuah firma ekuitas swasta yang didukung oleh mantan Chief Executive Officer UBS Group AG Sergio Ermotti. Perusahaan itu pekan lalu telah mengumumkan bahwa berhasil mengumpulkan US$ 350 juta dengan mendaftarkan SPAC di Bursa Efek New York.

"Kami tidak mempertimbangkan untuk mendaftar di Eropa karena kami menginginkan akses ke pasar publik yang paling likuid dan maju itu adalah AS," kata Ketua Investindustrial, Andrea Bonomi.

Bank-bank investasi Eropa mengharapkan banyak orang yang mendaftar ke perusahaan cek kosong Eropa dalam beberapa bulan mendatang.

Potensi akuisisi perusahaan Eropa yang dipimpin oleh SPAC sudah mulai muncul. Arrival Ltd. yang berbasis di Inggris telah setuju untuk bergabung dengan perusahaan cek kosong CIIG Merger Corp dalam kesepakatan yang akan memberikan pembuat van dan bus listrik terdaftar di Nasdaq.

Paysafe Group Ltd, sebuah perusahaan pembayaran online yang berkantor pusat di London yang didukung oleh uang ekuitas swasta, juga tengah berencana bergabung dengan perusahaan cek kosong yang dipimpin oleh miliarder Bill Foley.

(eds/eds)