3 Fakta soal Gurita Bisnis Jusuf Kalla

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 19:30 WIB
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menjelaskan alasan dibolehkannya salat Jumat dengan dua gelombang. Menurutnya, dari pada jemaah membeludak ke jalan, mending dibagi menjadi dua gelombang.
Foto: Faiq Azmi
Jakarta -

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia, Jusuf Kalla (JK) ternyata juga seorang pengusaha nasional yang terbilang sukses. JK memiliki usaha di berbagai bidang industri hingga membentuk gurita bisnis lewat Kalla Group.

Di era kepemimpinan JK, setidaknya ada 36 usaha termasuk bisnis percetakan dan bisnis tukang cukur. Namun, usaha-usaha itu tidak semuanya berjalan dengan mulus.

Dirangkum detikcom, Selasa (24/11/2020), berikut gurita bisnis JK:

1. Otomotif

Kalla Group memiliki usaha di bidang industri otomotif dengan berdagang merek Toyota di kawasan Indonesia Timur lewat bendera PT Hadji Kalla (Kalla Toyota). JK mengatakan bahwa penjualan merek Toyota lebih dulu dilakukannya daripada Astra.

"Saat saya masuk, pegawai tinggal satu. Saya lihat kebutuhan mobil pasti akan meningkat terus. Saya surat dan kunjungi Toyota dan akhirnya jadi dealer di Sulawesi," ungkap JK di Makassar, Sulsel, Sabtu (11/11/2018).

2. Infrastruktur

Perusahaan-perusahaan Kalla Group juga fokus pada infrastruktur, seperti usaha pembangunan aspal di PT Bumi Karsa atau di PT Bukaka Teknik Utama yang fokus membangun tower dan jembatan. Hal itu sesuai filosofi yang ditanamkan di Kalla Group, yakni membangun Indonesia di bagian timur.

3. Energi

Kalla Group juga melebarkan sayapnya di bisnis energi terbarukan. Lewat Poso Energy, telah merampungkan sekaligus mengoperasikan Proyek Poso 2. Berdasarkan catatan detikcom, mereka juga mengerjakan Proyek Poso 1, serta proyek Poso 3 yang ditargetkan rampung di 2022 dan menghasilkan lebih kurang 1000 MW.

Perusaan Kalla ini juga merambah ke smelter di bawah payung PT Bumi Mineral Sulawesi. Lokasi smelter berada di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi.

(fdl/fdl)