Seminggu Sebelum Ditangkap KPK, Edhy Prabowo Sindir Kebijakan Susi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 25 Nov 2020 09:00 WIB
Menteri KKP Edhy Prabowo
Foto: Dok. KKP
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dini hari tadi di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Edhy baru pulang kunjungan dari Honolulu, Hawai'i Amerika Serikat (AS).

Pada 19 November atau 6 hari lalu, Edhy sempat menyindir Menteri KKP terdahulu, Susi Pudjiastuti terkait kebijakan budidaya udang. Dalam acara Jakarta Food Security Summit-5 yang digelar secara daring, Edhy menyebutkan jika saat in budidaya udang di Indonesia masih belum maksimal.

Padahal jika inovasinya baik maka budidaya bisa maksimal seperti di Muara Gembong, yang mampu menghasilkan 40 ton dalam 1 kali panen.Dia menyebut jika ini berpotensi besar untuk perikanan Indonesia. Edhy menyebut jika kebijakan pimpinan KKP yang dulu justru memperketat pembukaan lahan tambak udang dengan mengambil lahan mangrove.

Edhy Prabowo mengatakan, kebijakan dari pendahulunya 5 tahun yang lalu dinilai membuat sektor industri itu terhenti. Seperti diketahui, 5 tahun yang lalu KKP masih dipimpin oleh Susi Pudjiastuti .

"Kalau kita melihat 5 tahun lalu bagaimana para industriawan kita di sektor ini berhenti hanya karena beberapa kebijakan yang mengadu. Dihadapkan antara sustainability, keberlangsungan dengan prosperity," ucapnya.

Menurut Edhy kebijakan tersebut tidak memikirkan kemakmuran rakyat.

"Sebagai misal kalau orang buka tambak selalu diperhadapkan dengan bagaimana lahannya, menebangi mangrove dan sebagainya. Padahal untuk menyejahterakan masyarakat, memberi kehidupan mereka layak, tidak perlu sampai berhektar-hektar lahan. Sementara kita lihat semua di lapangan, banyak masyarakat yang memiliki tambak lebih dari 2 hektar di luar Jawa, tapi tidak pernah produktivitasnya bisa lebih dari 1 ton," kata Edhy Prabowo.

(kil/fdl)