Mau Jadi Pengusaha Sukses? Jangan Gengsi dan Cepat Menyerah!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 25 Nov 2020 09:24 WIB
Multi-tasking succesfull businesswoman in office interior
Foto: Dok. iStock
Jakarta -

Banyak orang mau jadi pengusaha dan memulai bisnis. Namun, tak jarang juga usaha belum mulai tapi menyerah pada keadaan. Misalnya, saat mau memulai bisnis modalnya tak cukup lalu menyerah. Untuk mengatasi masalah itu, Ketua Umum Billionaire Mindset Indonesia Tommy Wong menyarankan agar jangan menyerah memulai bisnis dari nol.

Menurutnya, jauh sebelum memulai bisnis, seseorang harus bekerja terlebih dahulu untuk mendapatkan modal. Tommy mengatakan dalam fase ini jangan pernah gengsi untuk melakukan pekerjaan apapun. Dia menyarankan agar bisa menjual keahlian yang ada kepada orang yang mau menampungnya.

"Hidup memang nggak semudah kayak teori, misalnya Anda teman baik saya mau berbisnis, sebagai teman baik saya akan kasih tau begini, pertama harus kerja. Kerja aja dengan skill-mu, apa yang bisa dilakukan, misal jadi pengendara motor sopir atau apapun yang menjual jasa," kata Tommy dalam sesi d'Mentor detikcom.

"Jadi pada saat hidup sulit jangan gengsi, hidup makan nasi lupakan gengsi. Kerja apapun tak usah malu, apapun yang bisa dikerjakan ya dikerjakan," ujarnya.

Dari pekerjaan menjual keahlian itu, dia mengatakan setiap orang harus tetap profesional melakukan pekerjaannya. Kalau memang memungkinkan, bisa mencari pekerjaan lain yang lebih baik untuk mengumpulkan modal usaha.

"Jadi jual skill kita dulu, dari situ kita punya tabungan, maka kita harus tetap jadi profesional. Profesional untuk apa? Untuk bisa tetap kerja mendapatkan gaji, sehingga bisa tenang setiap bulan," ujar Tommy.

Setelah punya modal baru lah membuka usaha secara perlahan dan bertahap. Yang perlu diingat juga, dalam melakukan usaha, keuntungan yang didapat tak instan.

Seorang pengusaha menurutnya adalah orang yang yakin dengan mimpi targetnya untuk dicapai dengan sabar dan konsisten.

"Dari situ kamu punya cost lalu bisa kerjakan lebih baik entah bisnis online atau apapun bertahap," ujar Tommy.

"Itu juga jadi pebisnis nggak langsung memiliki uang. Banyak orang yang salah pebisnis dapat uang langsung, tapi pebisnis itu yakini mimpinya dan berkorban setahun, dua tahun, lima tahun," jelasnya.

Dia kembali menegaskan dalam perjalanan membesut usaha sikap pantang menyerah harus tetap dijaga. Tommy menilai tak masalah apabila sukses baru bisa digapai di usia tua, setidaknya ada perjalanan hidup yang bisa dibanggakan.

"Tidak masalah sukses dan kaya raya di usia 50, nikmatilah bahagiamu, bukan dari angka tapi perjalanan hidup yang nggak menyerah," ujar Tommy.

(fdl/fdl)