Strategi Kemenhub Cegah Klaster Libur Panjang Nataru

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 25 Nov 2020 14:07 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyon
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah menyiapkan strategi penyelenggaraan angkutan natal dan tahun baru (nataru) tahun 2020 dan 2021. Strategi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena masih dalam suasana pandemi COVID-19.

Salah satu strategi yang paling diprioritaskan, dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi adalah penerapan protokol kesehatan di semua moda transportasi baik darat, laut, maupun udara.

Menurut Budi, penerapan protokol kesehatan tidak hanya ketat terhadap para penumpang melainkan juga para petugas yang berjaga selama nataru 2020-2021.

"Dari SKB 3 menteri yaitu Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, dan PANRB telah dibuat suatu putusan yang mengubah 2019 di mana liburnya menjadi cukup panjang dari tanggal 24 Desember sampai tanggal 1 Januari," kata Budi dalam raker Komisi V DPR yang digelar secara virtual, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

"Cuti bersama natal, libur nasional dan pengganti cuti bersama idul fitri, total ada 11 hari secara berturut sampai 3 Januari," tambahnya.

Budi mengungkapkan ada banyak strategi yang disiapkan Kementerian Perhubungan dalam penyelenggaraan nataru tahun 2020 dan 2021.

"Melaksanakan protokol kesehatan secara ketat mulai dari tempat keberangkatan, selama perjalanan sampai dengan tempat kedatangan, penerapan 3M, physical distancing, dan pembatasan kapasitas," jelasnya.

Strategi selanjutnya, dikatakan Budi Karya adalah menjamin ketersediaan layanan transportasi darat, laut, udara, kereta api termasuk menyiapkan armada tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Ketiga, memastikan kelayakan sarana dan prasarana transportasi melalui inspeksi terhadap personil, ramp check sarana, kesiapan prasarana, dan SOP pelayanan dan kesehatan. Keempat, meningkatkan ketertiban dan keamanan pada simpul-simpul transportasi di stasiun, bandara, pelabuhan, terminal serta perjalanan.

Kelima, melaksanakan koordinasi intensif dengan stakeholder terkait antara Korlantas, Polri, PU, Jasa Marga, Pemda, operator jasa transportasi, dan lainnya membuat posko bersama di lokasi-lokasi strategis.

Keenam, melakukan rekayasa lalu lintas untuk menjamin kelancaran dan ketertiban pelaksanaan angkutan nataru 2020-2021. Ketujuh, melaksanakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan angkutan nataru 2020-2021 dimulai dari persiapan pasca pelaksanaan.

"Kami akan upayakan semaksimal dengan baik mengedepankan protokol kesehatan yang ketat dalam penyelenggaraan angkutan transportasi di semua sektor," ungkapnya.

Adapun jumlah kesiapan prasarana dalam penyelenggaraan nataru 2020-2021 ini ada 105 terminal, 58 dermaga, 51 pelabuhan laut, 50 bandara, dan 9 daops dan 4 drive.

(hek/dna)