Jumlah Penumpang Saat Libur Panjang Akhir Tahun Diramal Turun 52%

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 25 Nov 2020 14:46 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi bakal terjadi penurunan penumpang yang cukup besar pada penyelenggaraan libur panjang natal tahun 2020 dan tahun baru 2021 (nataru). Pemerintah memperkirakan jumlah libur nataru sebanyak 11 hari berturut-turut.

Dalam paparannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan total penumpang pada penyelenggaraan nataru 2020-2021 sebanyak 8,97 juta atau mengalami penurunan 52% dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 18,7 juta.

"Persiapan nataru ini mamang tinggal menghitung hari dan tentunya dalam menjalankan angkutan ini kita akan secara adil sesuai amanah," kata Budi Karya saat raker dengan Komisi V DPR secara virtual, Rabu (25/11/2020).

Dalam penyelenggaraan nataru 2020-2021, Budi menegaskan pihaknya sepakat untuk memprioritaskan penerapan protokol kesehatan secara ketat baik untuk para petugas maupun para penumpang seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api.

"Kami akan upayakan semaksimal dengan baik mengedepankan protokol kesehatn yang ketat dalam penyelenggaraan angkutan transportasi," ungkapnya.

Berdasarkan data presentasi Budi Karya, penurunan jumlah penumpang terbesar pada libur panjang nataru 2020-2021 terjadi pada angkutan bus, yaitu sebesar 83,6% menjadi 299 ribu dari tahun sebelumnya mencapai 1,83 juta.

Penurunan terbesar kedua terjadi di angkutan kereta api, yaitu sebesar 74,1% menjadi 1,67 juta dari periode sebelumnya yang sebanyak 6,45 juta. Selanjutnya, terjadi di angkutan udara yang menurun 53,7% menjadi 2,59 juta dari periode sebelumnya yang mencapai 5,60 juta.

Selanjutnya, terjadi penurunan sebesar 45,6% menjadi 728 ribu pada angkutan laut di tahun 2020. Sementara periode tahun 2019, total penumpangnya mencapai 1,34 juta.

(hek/dna)